Selasa, 27 Mei 2014

Aji Saka - Cerita Rakyat Jawa Tengah

Kerajaan Medang Kamulan diperintah oleh seorang raja bernama Prabu Dewata Cengkar. Tapi rakyat Medang Kamulan hidup dalam ketakutan. Ini karena kebiasaan buruk Prabu Dewata Cengkar. Setiap hari Prabu Dewata Cengkar selalu memakan manusia. 

Semakin hari penduduk Medang Kamulan semakin berkurang. Selain habis dimakan oleh Prabu Dewata Cengkar, sebagian dari mereka ada juga yang mengungsi. Tentu saja hal ini membuat Parbu Dewata Cengkar marah. 

Sementara itu di desa Medang Kawit, ada seorang pemuda yang sakti. Pemuda ini bernama Aji Saka. Mendengar perilaku Prabu Dewata Cengkar, Aji Saka segera pergi ke istana. 

Di sana Aji Saka menyerahkan dirinya untuk menjadi santapan Prabu Dewata Cengkar. Tapi Aji Saka mengajukan sebuah syarat. Ia mau dimakan oleh Prabu Dewata Cengkar, dengan imbalan tanah selebar sorban yang ia pakai. 

Prabu Dewata Cengkar setuju, ia pun memegang ujung sorban Aji Saka dan menariknya. Sorban itu bergerak sangat cepat dan terus memanjang. Hingga tanpa disadari, Prabu Dewata Cengkar sudah sampai ditepi laut dan tak lama kemudian ia masuk ke dalam laut dan akhirnya mati. Rakyat Medang Kamulan sangat senang, dan Aji Saka diangkat sebagai raja menggantikan Prabu Dewata Cengkar.

Setelah menjadi raja, Ajisaka mengutus abdinya untuk mengambil pusaka miliknya. NAmun sayang abdi yang diutus tersebut justru bertengkar dengan abdi yang bertugas menjaga pusaka. Pertengkaran itu menyebabkan keduanya mati. Ajisaka kemudian mengabadikan peristiwa ini menajdi sebuah puisi yang kemudian dikenal sebagai susunan huruf Jawa . 

0 komentar:

Posting Komentar