Jumat, 30 Mei 2014

Kisah Adipati Suryo - Cerita Rakyat Jawa Tengah

Suryo kecil adalah anak pencari kayu bakar yang tinggal di desa Randualas. Ayahnya meninggal ketika ia berusia tiga tahun. Ibunya bekerja keras mencari kayu bakar untuk memberi makan Suryo. Karena lelah bekerja ibu Suryo jatuh sakit. 

“Kau harus menjadi seorang yang pintar, agar kehidupanmu nantinya tidak seperti kami. “pesan Ibu Suryo sebelum ia meninggal. 

Setelah ibunya meninggal dunia, Suryo pergi ke kota Raja. Di sana ia bekerja di sebuah perguruan silat. Sambil bekerja, diam-diam Suryo ikut belajar silat. Ternyata Suryo adalah anak yang pandai. Ia bukan hanya menguasai ilmu silat, tapi juga ilmu pengetahuan yang juga dipelajari di perguruan tersebut. 

Ketika sudah dewasa, Suryo mengikuti seleksi pengawal istana. Ternyata ia bisa diterima dengan mudah. Di sini Suryo terus belajar ilmu kesaktian yang lain dari berbagai guru. Semakin lama Suryo menjadi seorang pengawal yang tangguh. 

Hingga pada suatu ketika, kerajaan tiba-tiba diserang oleh musuh. Dengan kesaktiannya dan juga kepandaiannya mengatur siasat, Suryo berhasil mengalahkan musuh. Sebagai tanda terima kasih, Raja kemudian mengangkat Suryo menjadi seorang Adipati. 

Orang-orang di desa Randualas merasa sangat senang Suryo menjadi seorang adipati. Mereka berharap desa mereka yang miskin bisa mendapat perhatian khusus dari Adipati Suryo. Maka beberapa orang desa datang ke kadipaten untuk mengucapkan selamat dan menyampaikan keinginan mereka. 

Sayangnya waktu itu Adipati Suryo sedang mengadakan pertemuan dengan para pembantunya ketika penjaga pintu gerbang istana datang. 

“Ada orang-orang dari desa Randualas yang datang kemari, mereka mengaku kenal dengan kanjeng Adipati. Menurut pengakuan mereka, Adipati Suryo berasal dari desa tersebut.” Kata penjaga gerbang istana. 

Adipati Suryo malu mengakui dirinya berasal dari desa Randualas yang miskin. “Aku tidak mengenal mereka, karena aku bukan berasal dari desa Randualas. Suruh saja mereka pergi.” 

Selang beberapa bulan kemudian, ada seseorang yang iri dengan keberhasilan Adipati Suryo. Orang tersebut kemudian membuat fitnah dan melaporkan kepada Raja bahwa Adipati Suryo tidak menyetorkan pajak kadipaten kepada Raja. 

Adipati Suryo kemudian diberhentikan sebagai Adipati dan disuruh pergi oleh Raja. Tidak ada seorang pun yang mau menolong Suryo. Tidak ada jalan lain kecuali pulang ke rumahnya di desa Randualas. Sebenarnya ia malu dan ragu. 

“Apakah penduduk desa Randualas masih mau menerimaku setelah aku mengusir mereka dari Kadipaten dulu. Pasti mereka dendam padaku.” Pikir Suryo. 

Ternyata penduduk desa Randualas menerima Suryo dengan baik. Mereka telah memaafkan perlakuan Suryo kepada mereka ketika ia menjadi Adipati dulu. Dalam penyesalannya, Suryo berjanji pada dirinya sendiri untuk dapat memajukan desanya yang miskin. 

Tak lama kemudian ada utusan Raja datang menjemput Suryo. Mereka membawa surat perintah Raja yang meminta Suryo kembali menjadi Adipati. Raja sudah bisa membuktikan bahwa fitnah yang ditujukan pada Suryo tidak benar. Kali ini Adipati Suryo mendapat kesempatan untuk memajukan desanya.

PESAN : Sahabat sejati adalah orang-orang yang ada untuk kita disaat kita susah atau pun senang.

0 komentar:

Posting Komentar