Sabtu, 31 Mei 2014

Kisah Mak Per - Cerita Rakyat Sumatera Selatan

Mak Per adalah seorang laki-laki miskin setengah Baya yang hidup berdua bersama dengan istrinya yang bernama Mak Udak. Ia terkenal sebagai peramal, hingga membuat Raja Negeri Kapur berniat ingin mengujinya. Maka pada suatu hari Mak Per dipanggil oleh Raja ke istana. 

“Aku sudah mendengar kehebatanmu dalam meramal. Maka aku minta kau menebak isi peti yang ada dihadapanku sekarang ini. Aku beri kau waktu selama tujuh hari. Jika dalam waktu tujuh hari kau belum juga bisa menebak apa isi peti ini, maka kau akan aku hukum gantung, tapi kalau kau bisa menebak, maka aku akan menyerahkan kerajaan ini untukmu.” 

Mak Per ketakutan mendengar kata-kata raja tersebut. Tapi ia tidak bisa menolak. Di sepanjang perjalanan pulang ke rumah, Mak Per berpikir bagaimana caranya ia menebak isi peti tersebut. Hingga akhirnya ia mendapat sebuah akal. 

“Peti itu disimpan di kapal milik Raja, pasti orang-orang yang ada dalam kapal itu mengetahui apa isi peti tersebut. Aku harus mencuri dengar secara diam-diam.” Pikir Mak Per senang. Ia kemudian berjalan menuju pantai dan bersembunyi di bawah kapal milik Raja. 

Hingga hari ke enam, Mak Per belum juga mengetahui apa isi peti milik Raja. Hingga akhirnya pada sore hari, Mak Per mendengar perbincangan dua orang penjaga kapal. 

“Mak Per pasti tidak akan mungkin bisa menebak apa isi peti ini. Tidak akan ada orang yang menyangka kalau peti milik Raja berisi ayam putih dengan tulang merah dan kaki kuning.” Kata salah satu penjaga kapal. 

Mak Per sangat senang mendengar kata-kata penjaga kapal itu, maka ia pun langsung pulang ke rumah. Keesokan harinya, Mak Per kembali dijemput oleh pengawal istana untuk menghadap Raja. 

Ketika peti itu kembali dihadapkan di depan Raja dan Mak Per, maka dengan mudah Mak Per menebak isinya. Tentu saja Raja sangat terkejut, tapi ia harus menepati janjinya. 

Untunglah Mak Per adalah orang yang baik, ia tidak mengambil kerajaan, tapi ia hanya minta Raja memberinya harta yang banyak. Sejak saat itu kehidupan Mak Per berubah. Ia tidak lagi miskin, tapi menjadi orang yang kaya raya.

0 komentar:

Posting Komentar