Senin, 26 Mei 2014

Pangeran Pecah Kulit - Cerita Rakyat Jakarta

Kisah ini terjadi sekitar tahun 1720 dimana saat itu Belanda dengan VOC nya menguasai hampir seluruh wilayah nusantara termasuk Batavia. Ketidak adilan dan tindakan semena-mena penjajah Belanda terhadap masyarakat pribumi atau penduduk asli menyebabkan terjadinya berbagai bentuk pemberontakan. 

Di Batavia tepatnya di daerah Pangeran Jayakarta terdapat sebuah rumah besar milik seorang pemuda keturunan Jerman bernama Pieter Erbelverld. Karena selalu diangggap rendah oleh teman-teman sebangsanya, ia pun kemudian menjadi peduli dengan masyarakat Pribumi, maka ia dijuluki sebagai Pangeran Pecah Kulit, tapi orang memanggilnya dengan sebutan Tuan Gusti. 

Pieter Erbelverd memeluk agama islam dan menjalankan ibadah dengan sungguh-sungguh sehingga hal ini membuat para ulama semakin bersimpati padanya. Sebaliknya, orang-orang Belanda semakin menjauhi dan membencinya. 

Rumah Pieter Erbelverld seringkali dijadikan sebagai tempat berkumpulnya para tokoh-tokoh pejuang dalam menyusun siasat pemberontakan pada VOC. Pada suatu malam para tokoh pejuang menyusun siasat melakukan penyerangan secara diam-diam ke markas besar VOC melalui penyerangan bawah tanah. 

Namun tanpa mereka sadari, Ali seorang pemuda berandalan yang tinggal di sekitar rumah Pieter Erbelverd, mencuri dengar semua pembicaraan mereka. Ali melaporkan hal ini kepada Kapten Cruse dan ia mendapatkan hadiah. 

Gubernur Jendral memerintahkan Kapten Cruse membawa pasukan Kompeni untuk mengepung rumah Pieter Erbelverd. Kapten Cruse beserta empat puluh pasukannya menuju rumah Pieter Erbelverd. 

Tidak ada perlawanan pada penangkapan tersebut, Pieter Elberverd, dan juga beberapa orang pejuang yang berada di rumah tersebut ditangkap oleh Kompeni. Mereka mati secara mengenaskan ditangan para algojo kompeni. 

Jenazah Pieter Elberverd di kubur di daerah Mangga Dua. Rumah milik Pieter Elbeverd di bongkar hingga rata dengan tanah. Pada tanah tersebut dipancangkan tiang setinggi tombak dengan patung kepala Pieter ditancapkan diatasnya.

0 komentar:

Posting Komentar