Sabtu, 31 Mei 2014

Putra Raja Api - Cerita Rakyat Bengkulu

Ada sebuah kerajaan yang seluruh penduduknya adalah laki-laki. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang Raja yang bernama Raja Api. Di negeri itu hanya ada dua orang perempuan, yaitu permaisuri Raja Api dan juga seorang dayang setia permaisuri. 

Pada suatu hari, Permaisuri Raja Api sedang hamil. Pada saat itu, Raja Api akan pergi berperang. Sebelum pergi ia berpesan,”Permaisuri, jika bayi yang kau lahirkan nanti laki-laki, maka peliharalah bayi itu. Namun jika bayi yang kau lahirkan nanti perempuan, maka kau harus membunuhnya.” 

" Raja Api memang suka berperang untuk menaklukkan kerajaan lain, sehingga daerah kekuasaan terus saja bertambah luas. Biasanya Raja Api berperang dalam waktu yang sangat lama. 

Ternyata permaisuri melahirkan bayi perempuan. Tentu saja Permaisuri tdak mau membunuh anaknya sendiri. Maka ia meminta dayang untuk membawanya pergi secara diam-diam. Untuk mengelabui para penjaga istana, maka permaisuri mengubur batang pisang di halaman istana. Kuburan itulah yang akan ia katakana kepada Raja api sebagai kuburan bayinya.

Setelah beberapa tahun berlalu, Raja Api jatuh sakit. Sedangkan bayi yang dibawa oleh dayang sudah tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik. Putri Raja Api itu sangat pandai meramu obat-obatan dari tanaman yang tumbuh di hutan. 

Maka ketika ia mendengar Raja Api sedang sakit, Putri Raja Api berniat untuk menolongnya. Dengan ditemani oleh dayang, Putri Raja Api pergi ke istana. Awalnya mereka ditolak oleh penjaga istana, tapi kemudian mereka diijinkan masuk. 

Raja Api ternyata bisa disembuhkan oleh putrinya sendiri. Di saat itulah Raja Api mengetahui bahwa putrinya masih hidup. Ia merasa malu karena telah berbuat tidak adil kepada anaknya sendiri. Sejak saat itu Raja Api mengijinkan perempuan untuk tinggal di kerajaannya. Bahkan Raja Api menyerahkan tahta kerajaan kepada putrinya.

0 komentar:

Posting Komentar