Senin, 26 Mei 2014

Putri Candra Kirana - Cerita Rakyat Jawa Timur

Putri Candra Kirana adalah anak dari Raja Daha. Ia mempunyai seorang saudara tiri bernama Dewi Galuh. Sejak kecil Candra Kirana sudah dijodohkan dengan Raden Inu Kertapati, seorang pangeran dari Kerajaan Kahuripan. Hal ini membuat Dewi Galuh iri, ia kemudian pergi menemui seorang dukun sakti dan meminta Putri Candra Kirana disihir. 

 Dukun sakti itu merubah Putri Candra Kirana menjadi seekor keong emas dan membuangnya ke sungai. Hingga pada suatu saat, keong emas itu ditemukan oleh seorang perempuan tua dan dibawa ke rumahnya di desa Dadapan. Ketika perempuan tua itu pergi mencari kayu ke hutan, keong emas berubah menjadi manusia dan mengerjakan pekerjaan rumah. 

Ketika perempuan tua itu tiba di rumah, makanan sudah tersedia di meja makan dan rumahnya juga sudah bersih. Tentu saja perempuan tua itu curiga. Pada suatu hari diam-diam ia mengintip ke dalam rumahnya, ingin mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. 

Ketika perempuan tua itu tahu bahwa keong emas dirumahnya menjelma menjadi seorang putri yang cantik, ia pun segera menemuinya. Sejak saat itu sihir yang ada pada Putri Candrakirana hilang. Ia tidak lagi berubah menjadi keong emas. 

Di saat yang hampir bersamaan, Raden Inu Kertapati mencari Putri Candra Kirana. Di tengah jalan ia diserang oleh burung gagak jelmaan dukun sakti. Tapi Raden Inu Kertapati dibantu oleh seorang tua yang sakti. Burung Gagak itu bisa dikalahkan, dan orang tua itu juga memberitahu dimana Putri Candra Kirana berada. 

 Tak lama kemudian Raden Inu Kertapati menyusul Putri Candra Kirana ke desa Dadapan. Keduanya bertemu kemudian bersama-sama kembali ke Daha. Raja Daha sangat gembira melihat Putri Candra Kirana sudah kembali. Sedangkan Dewi Galuh ketakutan akan dihukum oleh Raja karena perbuatan jahatnya, akhirnya ia pun pergi dari kerajaan Daha.

0 komentar:

Posting Komentar