Selasa, 27 Mei 2014

Si Kantan Anak Durhaka - Cerita Rakyat Sumatera Utara

Si Kantan adalah seorang pemuda miskin yang hidup sebagai pencari kayu bakar. Ia dan ibunya tinggal di sebuah gubug di dekat Sungai Barumun, di daerah Labuhan Batu. Ibu Si Kantan sudah tua sehingga ia hanya bisa membantu Si Kantan menjual kayu bakar. 

Pada suatu hari, ketika Si Kantan berada di dalam hutan, ia tertidur setelah lelah bekerja. Dalam tidurnya ia bermimpi bertemu dengan seorang laki-laki tua. 

“Ambillah tongkat milikku yang tertimbun di bawah pohon tempatmu duduk sekarang.”kata laki-laki tua dalam mimpi Si Kantan. 

Belum sempat Si Kantan bertanya, laki-laki tua itu sudah menghilang, dan Si Kantan terbangun dari tidurnya. 

“Tidak ada salahnya kalau aku menggali tanah di bawah pohon ini.” Pikir Si Kantan.  

Tanpa membuang waktu, Si Kantan langsung menggali tanah bekas tempatnya duduk, seperti yang diberitahukan laki-laki tua yang ada dalam mimpinya tadi. Setelah menggali cukup dalam, Si Kantan menemukan sebuah benda yang berkilau. Ternyata Si Kantan menemukan sebuah tongkat yang berlapis emas dan batu permata. 

“Aku bisa menjual tongkat ini dengan harga sangat mahal dan kita akan menjadi orang kaya.” Kata Si Kantan kepada ibunya ketika sampai di rumah. 

“Tidak ada orang di daerah sini yang punya uang untuk membeli tongkat milikmu itu Si Kantan.” Ibu SI Kantan ragu. 

“Kalau begitu aku akan pergi ke Malaka untuk mencari orang paling kaya di sana dan menjual tongkat ini kepadanya,bu.” 

Ibu Si Kantan sebenarnya ingin melarang, tapi ia kasihan melihat anaknya sangat mengharap doa restunya. 

Si Kantan pergi ke Malaka dengan menaiki sebuah kapal yang melintasi Sungai Barumun. Ketika sampai di Malaka, ternyata Si Kantan tidak mudah mendapatkan pembeli. Hingga setelah beberpa hari di Malaka, Raja Malaka mendengar kabar tentang tongkat SI Kantan, ia kemudian menyuruh pengawal istana untuk menjemput SI Kantan. 

Setelah sampai di istana Raja Malaka, Si Kantan bukan hanya berhasil menjual tongkat miliknya. Ternyata Raja Malaka juga sangat senang melihat kepribdian Si Kantan, maka Raja Malaka meminta Si Kantan untuk menjadi menantunya. 

Selama bertahun-tahun Si Kantan telah menjadi menantu raja dengan harta yang sangat banyak. Sementara itu ibu Si Kantan tetap saja miskin dan tingggal di gubug sederhana di tepi Sungai Barumun. 

Hingga pada suatu ketika, Si Kantan bersama istri dan pengawal kerajaan, menaiki sebuah perahu yang besar dan mewah melintasi Sungai Barumun. Kabar kedatangan Si Kantan telah tersiar ke mana-mana, dan ibu Si Kantan juga sudah mendengar. Ia sangat senang karena anaknya yang telah lama ia rindukan akan segera datang. 

Ternyata kapal Si Kantan hanya berlabuh di tengah sungai Barumun. Karena tidak sabar ingin bertemu anaknya, ibu Si Kantan menaiki sebuah perahu kecil mendekati kapal Si Kantan. Tapi ketika perahu kecil itu akan merapat dan ibunya memanggil dengan penuh kerinduan , Si Kantan malah mengusir dengan kata-kata kasar. 

“Aku adalah menantu Raja Malaka, jadi aku tidak mungkin mempunyai ibu seperti dirimu. Cepatlah pergi menjauh dari perahuku wanita tua.” Teriak Si Kantan dari atas kapal. 

Ibu Si Kantan terkejut, anaknya bisa berbuat seperti itu terhadap dirinya. Dengan hati yang terluka, ibu Si Kantan membalikkan arah perahunya. Tapi belum begitu jauh, tiba-tiba langit menjadi hitam, petir menyambar dan angin yang sangat besar membalikkan kapal Si Kantan. 

Si Kantan yang durhaka, kapal dan isinya berubah menjadi sebuah pulau. Hingga sekarang, orang mengenal pulau itu dengan nama Pulau Si Kantan.

PESAN: Anak yang durhaka terhadap orang tua akan dihukum oleh Tuhan. Oleh karena itu jangan pernah menyakiti hati orang tua kalian, agar tidak menjadi anak durhaka.

0 komentar:

Posting Komentar