Selasa, 27 Mei 2014

Si Kelingking - Cerita Rakyat Jambi

Ada seorang laki-laki tua dan istrinya yang tinggal di sebuah desa di kaki bukit. Suami istri itu sangat miskin dan mereka juga tidak mempunyai anak. Pada suatu hari laki-laki tua itu berdoa pada Tuhan. 

“Ya Tuhan, berilah aku seorang anak. Bagaimanapun bentuknya anak itu akan aku terima, meskipun anak itu hanya sebesar kelingking sekalipun.” Kata laki-laki tua itu dalam doanya. 

Tidak berapa lama kemudian, istrinya mengandung. Ketika melahirkan, ternyata bayi yang keluar hanya sebesar kelingking. Laki-laki tua itu tetap bersyukur kepada Tuhan karena doanya telah dikabulkan. 

Namun beberapa tahun kemudian, anak laki-laki tua itu tetap sebesar kelingking, dan sepertinya anak itu tidak akan bisa lagi tumbuh menjadi besar. Hingga laki-laki tua itu memberi nama anaknya dengan nama “ Si Kelingking”. 

Pada suatu saat, kerajaan diserang oleh seorang raksasa perempuan bernama “Nenek Gergasi”. Raksasa itu sering memakan manusia dan juga binatang ternak. Semua penduduk menjadi gelisah. 

Raja memerintahkan semua penduduk untuk mengungsi. Tapi Si Kelingking justru ingin menghadapi Nenek Gergasi. Ia minta dibuatkan lubang sebesar dirinya. Maka setelah membuatkan lubang dan meletakkan Si Kelingking di dalamnya, laki-laki tua yang menjadi Ayah Si Kelingking pergi mengungsi bersama dengan penduduk lain. 

Ketika Nenek Gergasi datang, ia mengamuk karena tidak ada makanan yang bisa ia makan hari itu. Tidak ada hewan ternak dan juga tidak ada manusia. Tiba-tiba Nenek Gergasi mendengar sebuah suara. 

“Tidak ada lagi yang bisa kau makan di sini. Sebaiknya kau pergi saja.” Itu adalah suara Si Kelingking. 

Tapi Nenek Gergasi tidak melihat orang disekitarnya. Sehingga Nenek Gergasi mengira bahwa itu adalah suara hantu. Maka Nenek Gergasi ketakutan dan lari secepat kilat. Hingga tanpa di sadari Nenek Gergasi, ia masuk ke dalam jurang dan mati. 

Semua rakyat di kerajaan, juga Raja berterima kasih kepada Si Kelingking. Raja menyatakan Si Kelingking sebagai pahlawan dan memberinya hadiah yang sangat banyak.

0 komentar:

Posting Komentar