Kamis, 26 Juni 2014

Asal Mula Gunung Lao Needle

Cerita Dari Hawaii 

Puuokamoa adalah Dewa Duyung yang tinggal di laut kepulauan Hawaii. Ia adalah Duyung laki-laki yang baik hati. Kebaikan hati Puuokamoa telah membuat putri Dewa Maui, penguasa kepulauan Hawai, jatuh cinta padanya. 

Pada suatu hari Dewa Maui mencari putrinya. Ia bertanya pada salah satu nelayan di pantai. “Apakah kau melihat putriku?” tanya Dewa Maui. 

“Biasanya putri anda bermain di dekat karang bersama dengan Puuokamoa.” Jawab nelayan. 

Dewa Maui marah mendengar putrinya berteman dengan Puuokamoa. Maka Dewa Maui segera memanggil putrinya. 

“Putri Dewa tidak pantas berteman dengan Duyung.” Kata Dewa Maui marah. 

“Tapi Puuokamoa baik hati ayah.” Putri Dewa maui membela diri. 

“Aku melarangmu untuk bertemu lagi dengan Puuokamoa, kalau kau tetap melanggar laranganku, aku akan membunuh Puuokamoa .” 

Putri Dewa Maui kelihatan sangat sedih mendengar larangan ayahnya. Ia kemudian mendatangi Dewi gunung berapi yang bernama Pele untuk menyakinkan ayahnya bahwa Puuokamoa adalah Dewa Duyung yang baik hati. 

Pele adalah sahabat baik Puuokamoa dan ia juga sangat dekat dengan Dewa Maui. Tentu saja Pele mau membantu putri Dewa Maui. 

"Aku dan Puuokamoa sudah bersahabat lama. Jadi aku tahu bahwa Puuokamoa adalah Dewa Duyung yang baik hati, ia tidak mungkin menyakiti putrimu.” Kata Pele dihadapan Dewa Maui. 

“Aku tetap tidak akan mengijinkan putriku berteman dengan Duyung. Tempat mereka berdua berbeda. Putriku di darat dan Duyung di laut. Sampai kapan pun mereka tidak bisa di satukan.” Kata Dewa Maui tegas. 

Ternyata Pele juga tidak bisa membujuk Dewa Maui. Putri Dewa Maui akhirnya menemui Puuokamoa secara diam-diam. Tapi Dewa Maui mengetahui pertemuan tersebut dan menjadi sangat marah. 

“Aku akan membunuh Puuokamoa.” Dewa Maui sudah bersiap dengan pedangnya. 

Putri Dewa Maui menangis di kaki ayahnya, “ampuni aku ayah. Tapi jangan kau bunuh Puuokamoa. 

Dewa Maui tidak tega melihat putrinya bersedih. “Baiklah, aku tidak akan membunuh Puuokamoa, tapi aku akan menjadikannya batu. Dengan begitu kau bisa memandang Puuokamoa, putriku.” 

Sejak saat itu Puuokamoa berubah menjadi sebuah gunung. Sekarang, orang-orang di Hawaii mengenal gunung itu sebagai gunung Lao Needle. 

Pesan : Berkorban demi sebuah kebaikan adalah perbuatan yang mulia. Jika ada sahabat kita yang mengalami kesulitan, sebaiknya kita bantu.

0 komentar:

Posting Komentar