Rabu, 25 Juni 2014

Bunga Cheri

Cerit Dari Spanyol 

Putri Manuella adalah putri tunggal seorang bangsawan yang kaya raya. Orang-orang biasa memanggilnya Putri Manu. Ibu Putri Manu sudah meninggal dunia dan ayah Putri Manu selalu memanjakan dirinya sejak kecil. 

Apapun yang diinginkan oleh Putri Manu selalu dituruti oleh ayahnya. Berapa pun banyaknya Putri Manu meminta baju baru, selalu dibelikan. Bajunya sudah berjumlah ratusan, sepatunya sudah tidak terhitung lagi jumlahnya. Begitu juga dengan perhiasan yang ia miliki. 

Sebenarnya Putri Manu adalah anak yang baik. Akan tetapi perlakuan ayahnya membuat Putri Manu tumbuh menjadi seorang anak yang keras hati. Ia akan marah kalau ada satu keinginannya tidak dapat dilaksanakan. 

Ketika Putri Manu akan berulang tahun, ayahnya telah menyiapkan sebuah gaun yang sangat indah. 

“Mengapa ayah hanya memberikan gaun ini saja untukku. Mana mahkota untukku?” tanya Putri Manu ketika menerima gaun dari ayahnya. 

“Kemarin, ayah sudah membelikan mahkota emas untukmu.” Jawab ayah Putri Manu. 

“Tapi itu tidak cocok dengan gaun ini.” 

“Jadi mahkota seperti apa yang harus ayah belikan untukmu?” Ayah Putri Manu terlihat sangat sabar menghadapi putrinya. 

Tetapi Putri Manu sudah terlanjur kecewa. “Aku akan mencari sendiri mahkota yang paling indah untuk gaunku.” 

Putri Manu berlari ke luar rumah menuju ke lembah yang tidak jauh dari rumahnya. Di sana banyak sekali tumbuh pohon cheri. Saat itu bunga-bunga cheri sedang mekar. 

“Bunga-bunga ceri ini sangat banyak dan sangat indah kalau dibuat mahkota. Selama ini belum ada orang yang memakai mahkota bunga cheri. Di pesta nanti orang-orang pasti akan mengagumiku.” Pikir Puri Manu 

Baru saja Putri Manu akan menyentuh salah satu bunga cheri, tiba-tiba terdengar sebuah suara. “Jangan petik bunga-bunga di sini. Nanti peri bunga akan menyihirmu menjadi bunga seperti kami.” 

Putri Manu menengok ke kanan dan ke kiri mencari asal suara tersebut, tapi ia tidak melihat ada seorang pun di sana. 

“Tidak ada yang bisa melarangku. Apapun yang aku inginkan harus dituruti.” Teriak Putri Manu marah. 

Putri Manu tetap memetik bunga cheri. Baru satu bunga yang ia petik, tiba-tiba tubuhnya telah berubah menjadi bunga cheri. Putri Manu menangis menyesali perbuatannya. Tapi ia sudah tidak bisa lagi berubah menjadi manusia. 

Pesan : Tidak ada gunanya menjadi anak manja. Sifat manja hanya akan merugikan diri sendiri dan menyusahkan orang lain, termasuk orang tua kalian.

0 komentar:

Posting Komentar