Kamis, 12 Juni 2014

Burung Hantu dan Gajah Bersahabat

Dongeng Nepal 

Burung hantu dan gajah tinggal di tempat yang sama yaitu sebatang pohon besar di tengah hutan. Bedanya, burung hantu tinggal di dahan pohon bagian atas, sedangkan gajah tinggal di bawah pohon. Namun begitu keduanya selalu bercerita dan saling membantu satu sama lain. 

Pada suatu malam ketika gajah akan tidur, tiba-tiba datang sekelompok setan penghuni hutan. Raja setan langsung berteriak memberi perintah untuk menangkap gajah. 

“Itu dia gajah yang aku cari.” Teriak raja setan. 

Setan-setan yang mengikuti raja setan langsung mendekati gajah. Tentu saja gajah sangat ketakutan hingga ia tidak bisa bicara sepatah kata pun. 

“Benarkah ini gajah yang ada dalam mimpi paduka raja setan?” tanya salah satu setan sebelum menangkap gajah. 

“Ya, benar. Inilah gajah yang ada dalam mimpiku. Aku bermimpi telah memakan daging gajah yang lezat. Kalian harus segera menangkap gajah ini. Aku ingin mimpiku menjadi kenyataan. “ kata raja setan. 

“Apakah dalam mimpimu aku juga ikut menikmati daging gajah ini?” tanya ratu setan. 

Raja setan sangat patuh pada ratu setan, maka ia pun memberikan jawaban bohong demi membuat ratu setan gembira, “tentu saja ratu, kau pun ikut menikmati daging gajah panggang bersamaku.” 

Sementara itu gajah sangat ketakutan. Burung hantu yang sejak tadi melihat kejadian itu dari atas pohon segera turun untuk menyelamatkan sahabatnya ini dari sekelompok setan yang jahat itu. 

Burung hantu kemudian terbang mendekati ratu setan dan langsug memeluknya. 

“Ini dia calon pengantinku,” kata burung hantu. 

Tentu saja Ratu setan merasa jijik dipeluk oleh burung hantu,” hai! Apa maksudmu berkata seperti itu.” 

“Aku bermimpi menikah denganmu, ratu setan. Maka dari itu aku ingin mimpiku menjadi kenyataan. ” Jawab burung hantu tenang. 

Ratu setan menjadi tidak senang dengan keadaan itu. Ia pun berkata pada Raja setan, “apakah kau akan membiarkan aku menjadi istri burung hantu?” 

“Oh, itu hanya mimpi. Menurutku mimpi itu tidak harus menjadi kenyataan, Ratu. Lihatlah, aku juga bermimpi telah memakan daging gajah, dan sekarang aku sudah menemukan gajah ini, tapi aku malah akan melepaskan gajah ini sekarang.” 

Raja setan tidak ingin kehilangan Ratu setan, maka jalan satu-satunya adalah ia harus melepaskan gajah. Raja dan Ratu setan juga para pengikutnya segera pergi meninggalkan gajah dan burung hantu. Mereka kembali ke dalam hutan. 

Gajah berterima kasih kepada burung hantu yang telah menolong dirinya. Sejak saat itu persahabatan Gajah dan Burung Hantu semakin kuat. Keduanya saling menolong ketika saling membutuhkan dan selalu berbagi kegembiraaan maupun kesedihan.
This entry was posted in

0 komentar:

Posting Komentar