Sabtu, 07 Juni 2014

Katak Yang Nakal

Dongeng Korea 


Ada seekor katak yang sangat nakal. Apapun yang dikatakan oleh ibunya selalu saja dibantah. Bahkan katak ini selalu saja berbuat kebalikan dari apa yang diperintahkan oleh ibunya. 

“Bermainlah di bukit agar kau tidak terbawa arus jika hujan datang.” Nasehat ibunya. 

Tapi si katak malah bermain di dekat danau. Ia malah senang ketika hujan datang dan melompat dari satu batu ke batu yang lain di pinggir danau. Katak itu tidak peduli dengan kekhawatiran ibunya. 

“Aku malu dengan kelakuanmu, nak. Bahkan kau juga tidak mau menirukan bunyi katak yang benar seperti katak-katak yang lain.” Kata ibu katak dengan sedih. 

“Bunyi katak yang benar itu yang seperti apa bu?” tanya katak pura-pura tidak tahu. 

Dengan sabar ibu katak mengajari anaknya, “coba kau tirukan suara ibu ini. KEBERW.” 

“WREBEK…” 

Tentu saja ibu katak menjadi marah, “ kamu ini selalu saja berbuat kebalikan dari yang ibu ajarkan padamu.” Kata ibu katak marah. 

Katak yang nakal kemudian pergi meninggalkan ibunya sambil terus mengulang bunyi katak yang salah, “WREBEK…..WREBEK……” 

Ibu katak semakin hari semakin bersedih hati memikirkan anaknya yang nakal. Hingga akhirnya pada suatu hari ibu katak sakit keras. Katak yang nakal sangat sedih melihat keadaan ibunya. Ia sadar bahwa ibunya sakit karena kenakalan dirinya. 

“Maafkan aku ibu. Selama ini aku selalu membantah nasehatmu.” Kata katak sambil menangis di samping ibunya yang sedang terbaring di tempat tidur. 

“Ibu merasa kalau umur ibu sudah tidak akan lama lagi. Kalau nanti ibu meninggal, kuburlah ibu di pinggir kolam, jangan di atas bukit.” Ibu katak tahu pasti anaknya akan berbuat yang sebaliknya. Sebenarnya ia berharap untuk dikuburkan di bukit agar jika hujan turun tubuhnya tidak akan terbawa arus. 

Maka ketika ibunya meninggal, katak yang nakal sangat menyesal. “kali ini aku tidak akan membantah ucapanmu, bu. Aku akan menguburkan tubuhmu di pinggir kolam.” 

Katak itu juga tahu kalau hujan turun, tubuh ibunya akan terbawa arus. Maka untuk menebus dosa-dosanya, ia selalu menjaga kuburan ibunya.
This entry was posted in

0 komentar:

Posting Komentar