Kamis, 05 Juni 2014

Kelinci Yang Cerdik

Dongeng Tibet 

Kelinci sedang berjalan-jalan di hutan ketika ia bertemu dengan seekor domba dan dua anaknya. Induk domba itu terlihat sangat sedih, sedangkan kedua anaknya berjalan di belakangnya. 

“Mau pergi ke mana, domba?” sapa kelinci. 

“Aku mau pulang.” Jawab domba sambil menitikkan air mata. 

Kelinci heran, “mengapa kau terlihat sedih? Apakah rumahmu jauh dari sini?” * “Rumahku di luar Tibet.” 

“Jauh sekali ya. Kau belum menjawab pertanyaanku tadi. Mengapa kau bersedih?” 

"Aku dalam kesulitan.” Kata domba setengah berbisik pada kelinci. Ia tidak mau kedua anaknya mendengar. 

“Apa kau mau menceritakan kesedihanmu. Mungkin aku bisa menolongmu.” Kata kelinci sambil tersenyum. Ia berharap induk domba itu bisa sedikit terhibur dengan senyumnya. 

Induk domba sedikit ragu, tapi akhirnya ia pun bercerita. 

“Aku ke Tibet untuk berdoa bersama kedua anak-anakku. Di perbatasan aku bertemu dengan seekor serigala dan rubah. Keduanya siap akan memakan aku dan kedua anak-anakku. Tapi aku memohon pada mereka berdua untuk menunda waktu makan mereka. 

Serigala dan Rubah akhirnya setuju mengijinkan aku dan kedua anakku berdoa terlebih dahulu ke Tibet. Setelah pulang barulah Serigala dan Rubah akan memakan habis aku dan juga kedua anak-anakku.” 

Sekarang kelinci tahu mengapa induk domba itu nampak sedih. Kelinci yang cerdik selalu banyak akal untuk membantu binatang lain yang lemah. Ia melihat ke kanan dan ke kiri mencari akal untuk menghadapi Serigala dan Rubah. Matanya tertuju pada bekas perkemahan manusia. Kelinci kemudian mengajak induk domba ke tempat itu. 

“Kau bawa tas bekas ini, juga kertas bekas dan kain bekas ini ya.” Kelinci memberi perintah pada induk domba untuk membawa barang-barang tersebut.  

“Untuk apa barang-barang ini?” tanya induk domba tidak mengerti. 

“Aku akan berpura-pura menjadi dalai (pemimpin agama di Tibet), nanti aku akan berjalan di belakangmu secara sembunyi-sembunyi. Jadi kau jangan takut, aku akan menyelamatkanmu dari Serigala dan Rubah itu.” 

Induk domba merasa senang. Paling tidak sekarang masih ada harapan hidup untuknya dan kedua anak-anaknya. Maka ketika sampai di perbatasan dan bertemu dengan Serigala juga Rubah, induk domba menghadapinya dengan tenang. 

“Ternyata kau menepati janjimu.” Kata Serigala senang. 

Tapi belum sempat serigala bersiap untuk menerkam induk domba, tiba-tiba kelinci muncul. Kelinci meminta kain bekas yang dibawa oleh induk domba untuk ia jadikan alas duduk. Tas bekas dijadikannya topi serta kertas bekas ia jadikan sebagai buku. Kelinci bersikap seolah-olah dirinya dalah Dalai. 

“Saat ini Negara sedang mencari sebanyak mungkin kulit rubah dan kulit serigala untuk dijual. Jadi aku peringatkan kepada kalian berdua agar berhati-hati.” Kata-kata kelinci ini membuat Rubah dan Serigala ketakutan. 

Tanpa menunggu lama, Serigala dan Rubah langsung lari meninggalkan induk domba dan kelinci. Akhirnya induk domba dan anaknya bisa selamat berkat kecerdikan kelinci.
This entry was posted in

0 komentar:

Posting Komentar