Senin, 09 Juni 2014

KIsah Dua Merpati

Dongeng Denmark 

Dua kakak beradik merpati tinggal di sebuah pohon di dalam hutan. Tempat itu adalah tempat yang aman untuk mereka tinggal. Rumah mereka tersembunyi di balik rimbunnya pepohonan hutan, sehingga tidak akan terlihat oleh pemburu. Kakak merpati sangat menyayangi adiknya. 

“Aku ingin terbang ke luar hutan.” Kata adik merpati suatu hari. 

“Kau masih terlalu kecil, dik. Di luar sana banyak sekali bahaya yang bisa menyerang kita.” Jelas kakak merpati. 

“Kata teman-temanku, di luar sana sangat indah.” 

“Di luar sana ada burung elang yang siap menerkam kita dengan kukunya yang panjang dan besar. Belum lagi bahaya dari para pemburu.” 

Rupanya merpati kecil tidak menuruti kata-kata kakaknya. Diam-diam merpati kecil keluar dari sarangnya dan terbang bebas menuju daerah pinggiran hutan. Ia sangat senang melihat pemandangan yang sangat indah. Merpati kecil terbang melewati awan putih dan melihat gunung-gunung serta lembah dari atas. 

“Seandainya kakak mau ikut berpetualang denganku, ia pasti akan senang melihat pemandangan yang indah ini.” Kata merpati kecil dalam hati. 

Belum lama merpati kecil itu terbang, tiba-tiba ia merasa ada sesuatu yang besar berada tepat di atasnya. Merpati kecil menengok ke atas untuk mencari tahu apa yag terjadi. Ternyata di atas merpati kecil ada burung elang dengan sayapnya yang lebar dan kaki dengan kuku-kuku yang tajam siap mencengkeram. Merpati kecil mempercepat terbangnya, namun sayap burung elang itu dengan kuat memukul dirinya. Hingga merpati kecil tidak bisa menjaga keseimbangan dan ia pun jatuh di sebuah pohon. 

Merpati kecil mengerang kesakitan, karena tubuhnya membentur kayu yang keras. Tapi belum juga sakit yang ia rasakan hilang, tiba-tiba ada sebuah batu mengenai dirinya. 

“Awww….” Teriak merpati kecil kesakitan. 

Ternyata di bawah pohon tempatnya hinggap, ada anak-anak yang membawa ketapel, dan menyerang merpati kecil dengan tembakan batu. Merpati kecil merasa dirinya dalam bahaya besar. Dengan sekuat tenaga, ia terbang dengan sayap yang terluka dan seluruh tubuh yang sakit. 

Akhirnya merpati kecil sampai di saragnya. Kakak merpati gembira melihat adiknya datang kembali walaupun penuh dengan luka. Dengan sabar kakak merpati merawat adik nya hingga sembuh dengan penuh kasih sayang. 

"Maafkan aku yang tidak menuruti nasehat kakak.” Kata merpati kecil sambil menangis dipelukan kakaknya.   
This entry was posted in

0 komentar:

Posting Komentar