Minggu, 08 Juni 2014

Kisah Serigala dan Bangau

Dongeng Polandia 

Bangau dan serigala mempunyai rumah yang saling berdekatan, keduanya berteman baik. Sayangnya serigala seringkali merasa iripada bangau. Setiap hari serigala selalu mencium bau masakan lezat dari rumah bangau, tapi bangau tidak pernah sekalipun mengantarkannya makanan. 

Maka pada suatu hari serigala sengaja mengundang bangau untuk makan di rumahnya. Serigala memasak makanan yang lezat dan baunya bisa tercium dari rumah bangau. 

“Hmmmm, sepertinya makanan serigala untuk nanti malam sangat lezat.” Pikir bangau. 

Pada malam harinya bangau datang ke rumah serigala. Di meja makan telah terhidang makan malam yang disajikan dalam piring yang lebar. Kedunya kemudian memulai makan. Bangau dengan paruhnya yang panjang kesulitan untuk mengambil makanan, berkali-kali ia mencoba, tapi tidak sedikitpun makanan yang bisa diambil dengan paruhnya. 

Sementara itu serigala dengan mudahnya menikmati makanan dalam piring itu hingga habis. Namun demikian bangau tetap tersenyum dan berterima kasih kepada serigala. 

“Terima kasih atas makan malam yang menyenangkan ini. Besok giliran aku mengundangmu untuk makan malam di rumahku. Kau harus datang serigala karena aku akan memasak steak yang sangat lezat khusus untukmu.” 

“Aku pasti akan datang, Bangau. Terima kasih atas undanganmu. Kau baik sekali,” jawab seriga. Dalam hati ia tertawa karena sudah berhasil berbuat jahil pada Bangau. * Besoknya bau masakan Bangau yang lezat tercium sampai rumah serigala. 

“Hmmmmm…. Baunya enak sekali. Aku tidak sabar menunggu sampai nanti malam.” Kata Serigala. 

PAda malam harinya, serigala berkunjung ke rumah Bangau untuk memenuhi undangan makan malam tetangganya itu. Sesampainya di sana Bangau telah menyiapkan hidangan makan malam di atas meja yang disajikan dalam sebuah kendi dengan leher panjang dan mulut yang sangat sempit. 

“Ayo kita makan sekarang.” Ajak Bangau sebagai tuan rumah. 

Serigala mencoba memasukkan moncongnya ke dalam mulut kendi, tapi tidak bisa masuk karena moncong serigala terlalu besar. Sampai akhirnya ia menggunakan kakinya untuk mengambil daging dalam kendi, tapi karena kuku-kuku serigala terlalu panjang maka tidak ada satu pun dagig yang bisa ia ambil. 

Sementara itu bangau memakan hidangan dalam kendi itu dengan mudahnya. Dengan paruhnya yang panjang, ia bisa menjangkau sampai ke bawah kendi. Sehingga dalam waktu singkat Bangau sudah menghabiskan makan malamnya tersebut. 

Serigala sadar kalau saat itu Bangau berniat membalas dendam atas undangan makan malamnya kemaren. Dengan marah Serigala pergi tanpa pamit sambil membanting pintu. 

“Akhirnya aku bisa membalasmu.” Kata Bangau dengan tawa gembira.
This entry was posted in

0 komentar:

Posting Komentar