Senin, 30 Juni 2014

Kulit Zebra Menjadi Hitam Dan Putih

Cerita Dari Namibia 

Di sebuah padang pasir terdapat sebuah kolam air yang dijaga oleh seekor Babun (monyet di Afrika). Tidak ada seekor binatang pun yang boleh meminum air dari kolam tersebut. 

“Kolam ini milikku.” Begitu Babun selalu berkata jika ada binatang lain yang datang dan ingin meminum air kolam. 

Saat itu bumi sangat panas dan hanya sedikit sekali ada sumber air. Binatang yang melewati padang pasir terpaksa harus menahan haus dan mencari sumber air yang lain. 

Untuk menjaga kolam air miliknya, Babun rela tinggal di tepi kolam dari pagi hingga pagi lagi. Jika malam tiba, Babun membuat api unggun untuk menghangatkan badannya dan melindungi dirinya dari binatang buas. 

Pada suatu hari, datang seekor kuda putih mendekati kolam. Kuda putih itu bernama Zebra. 

“Mau apa kau ke sini?” bentak Babun. Ia berharap Zebra akan takut dan pergi dari kolam seperti binatang yang lainnya. 

Akan tetapi Zebra tidak memperlihatkan rasa takut sedikit pun pada Babun. Zebra malah berjalan semakin mendekati kolam. 

“Hei. Kau tidak tuli bukan?” Teriak Babun marah dengan suara tinggi. 

“Aku haus, jadi aku akan minum air kolam ini.” Jawab Zebra dengan tenang. 

“Kolam ini milikku.” 

“Kolam ini milik siapapun yang melewati padang pasir ini.” Zebra berjalan semakin mendekati kolam. 

Babun terlihat semakin marah, “aku akan menghalangimu.” 

Zebra tetap tidak peduli dengan kata-kata Babun. Ia menundukkan kepalanya ke kolam bersiap akan meminum air kolam. 

“Kau ini memang binatang tak tahu diri.” Babun sangat marah dan menghampiri Zebra. 

Ketika Babun berusaha menarik kaki Zebra, dengan cepat Zebra menendangnya hingga Babun terpental dan pantatnya membentur batu. Sejak saat itu pantat Babun menjadi botak dan berwarna merah. 

Sementara itu Zebra kehilangan keseimbangan ketika menendang Babun. Ia terjatuh di bekas api unggun. Abu api unggun itu membuat kulitnya yang putih bersih menjadi belang-belang hitam dan putih. 

Pesan : Tidak ada gunanya menjadi anak yang serakah, karena anak yang serakah akan dibenci oleh teman-temannya.

0 komentar:

Posting Komentar