Minggu, 15 Juni 2014

Laba-Laba Pendusta

Dongeng Estonia 

Seluruh binatang hutan merasa udara sangat panas. Tidak ada angin yang bertiup di sana. Biasanya angin selalu bertiup sehigga udara di hutan menjadi sejuk dan semua binatang yang hidup di dalam hutan itu menjadi sangat nyaman. 

“Ke mana perginya angin?” tanya rusa kepada binatang lain di hutan. 

“Mungkin dia tidur, mungkin dia kelelahan setelah berminggu-minggu bertiup.” Kata kelinci. 

“Kalau begitu mari kita mencari angin dan bilang padanya untuk segera bangun dari tidurnya. Kita semua di sini membutuhkan angin.” Usul gajah. 

“Tapi siapa yang akan mencari angin?” tanya burung. 

Seluruh binatang yang berkumpul di dalam hutan itu saling berpandangan satu sama lain. 

"Aku tidak bisa pergi, aku harus mencari makan untuk anak-anakku.” Kata rusa. 

Tiba-tiba laba-laba menunjuk dirinya sendiri, “biar aku saja yang pergi mencari angin. Aku tahu di mana angin berada.” 

Semua binatang yang ada di sana setuju laba-laba pergi mencari angin. Laba-laba kemudian berjalan menuju puncak gunung. 

“Biasanya angin tidur di balik batu di puncak gunung itu, jadi aku harus ke sana, ” pikir laba-laba. 

Dugaan laba-laba ternyata benar. Angin sedang tidur di balik sebuah batu besar. Laba-laba langsung menghampiri angin dan membangunkannya. 

"Angin…. Bangunlah. Seluruh binatang di hutan kepanasan. Mereka menunggu kedatanganmu membawakan mereka udara yang sejuk.” Kata laba-laba dengan suara keras. 

Angin membuka matanya sebentar, sepertiya ia marah, “kau ini mengganggu tidurku saja. Pergi sana. Nanti aku akan bangun sendiri kalau aku sudah puas tidur, tidak perlu kau repot-repot membangunkanku. Pulanglah sana, sesampainya kau di hutan aku pasti sudah bangun. Aku pasti bisa menyusulmu karena lariku sangat cepat.” 

Laba-laba meninggalkan angin. Ia berjalan perlahan menuruni gunung. Di tengah jalan laba-laba bertemu dengan lalat. Ia menceritakan apa yang terjadi kepada lalat. 

“Pasti sebentar lagi angin akan bangun, aku bisa terbang dengan cepat untuk mengabarkan hal ini kepada seluruh binatang di hutan.” pikir lalat. 

Lalat yang mempunyai pikiran jahat segera terbang menuju hutan, meniggalkan laba-laba yang berjalan perlahan. Sesampainya di hutan lalat mengatakan bahwa dirinya telah membangunkan angin. 

Tak lama kemudian angin sudah bangun dari tidurnya. Seluruh penghuni hutan mempercayai cerita lalat dan memperlakukan lalat sebagai pahlawan mereka. Semua binatang di hutan itu tidak tahu bahwa sebenarnya lalat telah berbuat curang kepada laba-laba. Mereka juga tidak tahu bahwa sebenarnya yang membangunkan angin adalah laba-laba. 

Maka ketika laba-laba sampai di hutan tidak satu binatang pun yang peduli padanya. BAhkan ketika laba-laba mengatakan bahwa sebenarnya ia yang teah membangunkan angin, semua binatang di hutan malah menertawakannya. Laba-laba menjadi sakit hati. Ia kemudian membuat jala-jala untuk menjebak lalat yang telah berbuat curang padanya.
This entry was posted in

0 komentar:

Posting Komentar