Senin, 02 Juni 2014

Legenda Burung Roak - Cerita Rakyat Kalimantan Timur

Burung Roak adalah burung yang dipercaya oleh masyarakat pedalaman Kalimantan sebagai penanda roh jahat. Jika mendengar bunyi "Oak.... oak..." yang merupakan suara khas dari burung roak, maka akan datang makhluk halus yang suka mengganggu manusia.

Burung roak hidup di semak-semak dengan sedikit air. Ada dua jenis burung Roak yaitu burung roak malam dan burung roak biasa. Yang diyakini sebagai penanda makhluk halus adalah suara burung roak malam. KOnon burung roak ini diyakini sebagai jelmaan manusia.

Dulu di sebuah desa hidup sepasang suami istri. Si suami adalah seorang laki-laki yang sangat malas. Sedangkan istrinya rajin bekerja. Setiap hari si istri bekerja untuk mencari makan juga mengerjakan pekerjaan rumah. Ketika sampai di rumah, si suami hanya tinggal makan. 

Ketika si istri hamil, keadaan tetap tidak berubah. Ia tetap saja harus bekerja keras, sedangkan suaminya hanya bermalas-malasan. Bahkan ketika istrinya melahirkan, si suami tidak berada di rumah dan juga tidak mau bekerja mencari makan. Hal ini tentu saja membuat istrinya marah. 

Setelah bayinya lahir, dukun bayi memotong tali pusar dan menyarankan agar ari-ari si bayi dikubur dalam tanah. Karena marah dengan suaminya, si istri sengaja memotong-motong ari-ari anaknya dan memasaknya. Ketika si suami pulang ke rumah, ia merasa lapar dan langsung memakan masakan istrinya dengan lahap. 

Setelah selesai makan, si istri langsung mengatakan bahwa yang dimakan oleh suaminya itu adalah ari-ari anaknya. Si suami langsung merasa mual dan berusaha mengeluarkan makanan dari dalam perutnya. Tubuhnya mulai ditumbuhi bulu, tak lama kemudian tubuhnya menyusut dan berubah menjadi burung. 

Burung jelmaan itu terus saja berusaha mengeluarkan makanan dari dalam perutnya hingga mengeluarkan suara, “ Oak…oak….oak….”. Burung jelmaan lelaki itu kemudian dikenal dengan nama “burung Roak”.

0 komentar:

Posting Komentar