Selasa, 17 Juni 2014

Legenda Pohon Kelapa

Cerita Dari Amerika Serikat 

Ada seorang anak perempuan yang sangat cantik tinggal di desa suku Achote. Ia adalah anak yang sangat baik dan selalu menuruti semua nasehat orang tuanya. Anak ini juga senang menolong orang lain yang memerlukan bantuannya. Kepada semua orang ia selalu tersenyum dan bersikap ramah. Oleh karena itu, semua orang di desa Achote menyayanginya. 

Pada suatu ketika anak perempuan itu jatuh sakit. Tapi penyakit yang dideritanya ini sangat aneh. Ia selalu merasa haus dan lapar, tapi anak perempuan ini tidak mau minum air biasa dan makan makanan yang disediakan oleh orang tuanya. 

“Kau harus makan dan minum agar bisa sehat.” Ayah anak perempuan itu membawa nampan berisi makanan yang lezat dan minuman yang sangat enak.  

“Tapi aku tidak bisa makan makanan yang ayah bawakan itu.” Jawab si anak perempuan. 

“Minuman dan makanan yang seperti apakah yang kau inginkan anakku.” Tanya ibu anak perempuan itu. 

“Aku ingin minum air yang ada dalam buah yang besar. Aku juga ingin makan daging buah yang berwarna putih dan kenyal.” Kata anak perempuan itu. 

“Ayah akan berusaha mencari buah yang kau inginkan.” 

Kedua orang tua anak perempuan tersebut berusaha mencari buah yang diinginkan oleh anaknya. Semua orang yang ada di desa itu juga ikut mencari sebagai tanda sayang mereka kepada si anak perempuan. 

Tapi anak perempuan yang cantik itu kemudian meninggal. Kedua orang tuanya menguburkan anak perempuan itu di bukit. Mereka berharap roh anaknya bisa selalu memandang ke desa. 

Setiap hari orang tua anak perempuan itu selalu mengunjungi kuburan anaknya untuk menabur bunga. Begitu juga dengan penduduk desa, mereka datang membawa aneka bunga yang harum serta membersihkan kuburan. 

Pada suatu hari ada sebuah tunas pohon yang tumbuh di tengah-tengah gundukan tanah kuburan anak perempuan itu. Tunas pohon itu semakin tinggi dan menjadi sebuah pohon yang menjulang tinggi . 

Beberapa tahun kemudian pohon itu berbunga dan bunganya menjadi buah yang bentuknya bulat dan besar. Suatu hari ada satu buah yang terjatuh dan terbelah. Orang-orang di desa suku Achote mendatangi buah tersebut. 

Ayah si anak perempuan mencicipi daging buah yang berwarna putih. “Rasanya kenyal dan enak. Mungkin ini adalah makanan yang diinginkan putriku dulu.” 

Sejak saat itu suku Achote mengenal buah tersebut dengan nama “kelapa”. Mereka selalu memakan buah kelapa sebagai tanda sayang mereka bagi si anak perempuan yang cantik. Sampai sekarang, buah kelapa menjadi makanan pokok di sana. 

Pesan : Anak yang baik akan selalu disayang oleh semua orang. Oleh karena itu banyak-banyaklah berbuat kebaikan dan jangan pernah melakukan perbuatan yang bisa merugikan orang lain.

0 komentar:

Posting Komentar