Rabu, 25 Juni 2014

LIma Buah Kentang

Cerita Dari India 

Ada sebuah keluarga yang sangat miskin. Si ayah bernama Dheda, ia tinggal bersama istri dan empat orang anaknya. Kehidupan mereka selalu kekurangan dan terkadang keluarga ini tidak mempunyai makanan untuk dimakan sekeluarga. 

Pada suatu hari istri Dheda mendatangi suaminya sambil membawa lima buah kentang yang kecil-kecil. Saat itu hujan deras turun selama berhari-hari dan Dheda tidak bisa pergi ke sawah untuk bekerja sebagai buruh tani. 

“Hanya ini yang kita punya suamiku, untuk makan hari ini pun tidak akan cukup,” kata istri Dheda. 

“Makanlah kelima buah kentang itu untukmu dan anak-anak. Semoga besok hujan sudah reda dan aku bisa pergi bekerja sehingga bisa mendapatkan upah untuk membeli sesuatu yang bisa kita makan besok.” Jawab Dheda. 

Baru saja istri Dheda akan pergi ke dapur, tba-tiba saja ada seseorang yang mengetuk pintu rumahnya. Dheda dan istrinya kemudian membukakan pintu rumah mereka untuk si tamu dan mempersilahkannya masuk. Tamu itu adalah seorang tua yang sangat kurus. Ia nampak kelelahan dan wajahnya nampak pucat. 

“Berikan aku makan, sudah tiga hari ini aku tidak makan.” Orang tua itu berkata dengan sangat pelan. 

Dheda dan istrinya saling berpandangan. Keduanya bingung, bagaimana memberikan makanan untuk orang tua itu, sementara saat ini keluarga mereka sendiri sedang kelaparan. 

“Berikanlah kentang yang kita miliki untuk tamu kita.” Kata Dheda kepada istrinya ketika mereka berada di dapur. 

“Bagaimana mungkin. Nanti anak-anak kita makan apa.” Jawab istrinya ragu. 

Orang tua itu sudah tiga hari tidak makan, sementara kita kemaren sudah makan. Jadi tidak ada salahnya kalau sekarang gantian kita yang tidak makan. Bukankah kita masih muda dan kuat.” 

Kata-kata Dheda akhirnya bisa menghapus keraguan istrinya. Setelah kelima buah kentang yang ia rebus itu matang, istri Dheda kemudian menyajikannya dalam piring untuk dimakan tamunya. 

Orang tua itu memakan kentang dengan sangat lahap. Dari kelima buah kentang yang ada, hanya empat buah yang dimakan. Satu buah kentang masih tertinggal diatas piring. 

Setelah beristirahat sejenak, orang tua itu berkata, “terima kasih atas makanan yang kalian berikan. Semoga Tuhan membalas kebaikan hati kalian semua. Kentang ini sengaja aku sisakan satu. Potong-potonglah satu kentang ini menjadi lima dan dari sebuah potongan itu, bagilah lagi menjadi lima, begitu seterusnya hingga keluarga kalian nanti tidak akan pernh kekurangan makanan lagi. Sekarang aku harus pergi.” 

Setelah tamunya itu pergi, Dheda mematuhi apa yang dikatakan orang tua itu padanya. Ternyata sebuah kentang yang ditinggalkan itu adalah kentang ajaib dan tidak akan pernah habis karena ketika dibelah selalu menjadi berlipat ganda. Kini Dheda dan keluarganya hidup dengan persediaan makanan yang berlimpah. 

Pesan : Perlakukanlah setiap tamu yang datang dengan baik dan berikanlah pertolongan kepada siapapun yang membutuhkan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki.

0 komentar:

Posting Komentar