Rabu, 25 Juni 2014

Mawar Hitam

Raja Richard sedang sakit keras. Menurut tabib istana ia hanya bisa sembuh jika minum air rendaman bunga mawar hitam. 

“Di mana kami bisa mendapatkan mawar hitam itu?” tanya ratu. 

“Mawar hitam itu tumbuh di sebuah pulau kecil di tengah danau beracun di dalam hutan larangan. Danau itu di jaga oleh seorang laki-laki tua.” Tabib istana memberi penjelasan. 

“Kalau begitu aku akan mengutus pengawal istana untuk mengambilnya.” Ketika ratu berniat memanggil pengawal istana, Tabib istana mencegahnya. 

“Bunga mawar hitam itu hanya bisa diambil oleh seorang putri raja. Kebaikan hati Sang Putri bisa membuat air danau yang beracun menjadi air tawar.” 

“Kalau begitu aku akan meminta Putri Helena untuk mengambil mawar hitam.” 

Putri Helena adalah putri tertua Raja Ricard, sayangnya Putri Helena sangat sombong karena ia merasa akan menjadi Ratu menggantikan ayahnya. Demi kesembuhan ayahnya, Putri Helena bersedia mengambil mawar hitam. 

Putri Helena pergi dengan dikawal oleh seratus pengawal istana, ia sendiri duduk diatas tandu yang diangkat secara bergantian oleh para pengawal istana. Rombongan itu membawa perbekalan yang sangat banyak. 

Ketika mereka sampai di tepi danau beracun, Putri Helena meminta perahu kecil milik seorang kakek tua dengan kasar. Tentu saja laki-laki tua itu tidak bersedia memberikannya. Putri Helena menjadi marah dan merebut perahu itu dengan paksa. 

Ia memerintahkan para pengawal istana untuk mengambilnya. Tapi semua pengawal itu malah mati terkena racun air danau tersebut. Putri Helena akhirnya melarikan diri kembali ke istana seorang diri. 

Ratu kemudian meminta Putri Tasya untuk mengambil mawar hitam. Putri Tasya adalah anak kedua dari Raja Ricard. Sebenarnya ia ingin menjadi raja, karena keinginannya ini tidak mungkin terjadi, Putri Tasya menjadi gadis yang pemarah. 

Ternyata Putri Tasya mengalami nasib yang sama dengan kakaknya. Ia pulang dengan tangan hampa. Putri Tasya tidak berhasil membawa mawar hitam ke istana. 

Satu-satunya harapan ratu sekarang hanyalah Putri Anastasia. Ia adalah putri bungsu Raja Richard. Putri Anastasia adalah seorang putri yang baik hati dan rajin bekerja, ia juga tidak sombong dan pemarah seperti kedua kakaknya. 

Putri Anastasia pergi seorang diri ke dalam hutan larangan tanpa dikawal oleh satu orang pun pengawal istana. Ketika sampai ditepi danau ia meminjam perahu milik seorang laki-laki tua dengan suara yang sangat lembut. 

Laki-laki tua itu mau meminjamkan perahunya dengan syarat, Putri Anastasia mau memasak dan membersihkan rumahnya. Tentu saja Putri Anastasia bersedia melakukannya dengan ikhlas. Setelah itu kakek tua menepati janjinya meminjamkan perahunya kepada Putri Anastasia. 

Putri Anastasia berhasil memetik beberapa tangkai mawar hitam di pulau di tengah danau beracun. Ketika sampai di tepi danau, Putri Anastasia mencari kakek tua pemilik perahu. Tapi kakek tua itu tidak ada, yang ada di sana adalah seorang pangeran tampan. 

Ternyata Pangeran itu adalah kakek tua penjaga danau beracun. Dulu seorang penyihir telah menyihirnya menjadi seorang kakek buruk rupa. Sihir itu akan hilang jika Pangeran bertemu dengan seorang wanita yag baik hati yang bisa menyeberangi danau beracun dengan selamat. 

Setelah sembuh dari penyakitnya, Raja Richard membuat sebuah pesta yang sangat meriah. Pesta itu adalah pesta pernikahan Putri Anastasia dan Pangeran. Karena keberhasilannya membawa mawar hitam, Putri Anastasia kemudian menjadi Ratu menggantikan ayahnya. 

Pesan : Kecantikan yang sebenarnya adalah kecantikan yang terpancar dari kebaikan hati.

0 komentar:

Posting Komentar