Rabu, 04 Juni 2014

Megat Serimbun Daun - Cerita Rakyat Bangka Belitung

Megat Serimbun Daun adalah seorang anak raja. Ia sangat pandai bermain gasing dan suka memasang perangkap untuk menangkap burung. Pada suatu hari, dayang-dayang istana bercerita kepada Megat Serimbun Daun. 

“Tuanku, ada seorang Putri yang dikutuk menjadi burung Karakonkon.” Cerita si dayang-dayang. "

Mendengar hal itu, Megat Serimbun Daun langsung menyiapkan perangkap burung miliknya. Ia segera pergi ke hutan dan memeasang beberapa perangkap burung di sana. Setelah beberapa hari, barulah ada seekor burung Karakonkon yang berhasil masuk ke dalam perangkap milik Megat Serimbun Daun. 

“Lepaskan aku,” teriak si burung Karakonkon. 

Mengetahui burung itu bisa bicara, Megat Serimbun daun yakin kalau burung itu adalah jelmaan Putri yang dikutuk. Maka Megat Serimbun Daun segera membawa burung itu kepada seorang dukun sakti di kerajaan. Oleh dukun tersebut, Burung Karakonkon dibacakan mantra. Dalam sekejab, burung itu telah berubah menjadi seorang Putri yang cantik. 

“Satu hal yang harus tuanku ingat, jangan pernah ada seorangpun yang membersihkan kutu dirambut Putri. Kalau hal ini dilanggar, maka Putri akan berubah kembali menjadi burung Karakonkon.” Pesan si dukun Sakti sebelum Megat Serimbun Daun membawa Putri itu ke istana. 

Megat Serimbun Daun sangat bahagia dan menginginkan Putri itu menjadi istrinya. Maka dibuatlah pesta pernikahan yang sangat meriah. Sebelum pesta berlangsung, para dayang-dayang istana mendandani Putri agar terlihat cantik. Pada saat itu, dayang-dayang juga membersihkan kutu dirambut Putri. 

Megat Serimbun Daun tidak mengetahui kalau dayang-dayang itu telah melanggar pesan dukun istana. Maka ketika pesta akan dimulai, tiba-tiba Putri merasa pusing. Tak lama kemudian ia menjelma lagi menjadi burung Karakonkon.

0 komentar:

Posting Komentar