Sabtu, 14 Juni 2014

Rubah Menggembala Domba

Dongeng Norwegia 

Seorang wanita mempunyai domba yang sangat banyak. Karena sudah tua, wanita itu tidak mampu lagi menggembala domba-dombanya. Oleh karena itu ia mencari siapapun yang bisa menjadi penggembala bagi domba-dombanya. 

Serigala yang tinggal di tepi hutan mendengar hal tersebut. Ia kemudian mendatangi si wanita tua untuk menjadi penggembala domba. Serigala itu berharap ia bisa memakan satu domba setiap hari. 

“Domba itu sangat banyak, jadi wanita tua itu juga tidak akan tahu kalau aku memakan satu dombanya setiap hari.” Pikir Serigala. 

Ternyata si wanita tua memberikan sebuah pertanyaan untuk memastikan bahwa dombanya akan aman. 

“Bagaimana kau nanti memanggil domba-dombaku?” 

“Aaaauuuuu……………”Serigala melolong panjang. 

“Kau tidak bisa memanggil dombaku dengan cara seperti itu, mereka akan lari mendengar suaramu yang menakutkan itu.” 

Serigala pergi dengan kecewa. Tak lama kemudian datang beruang yang juga ingin menjadi gembala domba. 

Wanita tua itu memberikan pertanyaan yang sama, “bagaimana nanti kau akan memanggil domba-dombaku?” 

“Woowwwwww…….woooooowwwwww.” teriak beruang. 

Wanita tua itu menggelengkan kepalanya, “Kau juga tidak bisa menjadi gembala bagi domba-dombaku. Baru mendengar suaramu saja mereka semua pasti akan takut.” 

Berikutnya yang datang adalah Rubah. Kali ini wanita tua itu juga memberikan pertanyaan yang sama. 

“Bagaimana nanti kau akan memanggil domba-dombaku?” 

Rubah sebenarnya bersembunyi di dekat rumah wanita tua ketika Serigala dan Beruang datang dan meminta untuk menjadi gembala, sehingga Rubah tahu apa sebenarnya yang diinginkan oleh si wanita tua. 

“Aku akan bernyanyi untuk mereka. Seperti ini, damdimdam……. didididaadamdammmm.” Jawab rubah dengan wajah ceria. 

Wanita tua sangat senang dengan jawaban Rubah, “Baiklah, besok pagi kau boleh menjadi gembala domba-dombaku.” 

Rubah sangat senang, keesokan harinya ia membawa domba-domba itu ke padang rumput hijau yang luas. 

“Hari ini aku akan makan banyak,” kata Rubah sambil memakan satu ekor domba. 

Tanpa terasa, ketika sore hari tiba Rubah sudah menghabiskan separuh domba-domba milik wanita tua itu. Keesokan harinya Rubah sudah menghabiskan seluruh domba milik wanita tua. Setelah itu Rubah menghilang entah kemana. Wanita tua itu sekarang tidak mempunyai satu domba pun.
This entry was posted in

0 komentar:

Posting Komentar