Kamis, 12 Juni 2014

Rubah Menolong Kuda

Dongeng Jerman 


Seekor kuda yang sudah tua berjalan pelan. Kelihatannya ia sangat sedih. Di pinggir hutan kuda itu bertemu dengan rubah. 

“Apa yang terjadi padamu, kuda?” tanya rubah ramah. 

“Aku diusir dari peternakan. Petani itu bilang kalau sekarang aku sudah tua dan tenagaku sudah tidak sekuat dulu lagi.” Jawab kuda sedih. 

“Apa petani itu tidak memberimu kesempatan?” 

“Dia bilang aku boleh kembali kalau tenagaku lebih kuat dari seekor singa.” 

Rubah berpikir sejenak. Ia mencari akal untuk menolong kuda. “Kalau begitu kau berpura-pura tidur di sini. Aku akan membuktikan bahwa kau lebih kuat dari singa.” 

Kuda itu menuruti perintah rubah. Sementara itu rubah berlari ke dalam hutan mencari singa. 

“Sepertinya kau lapar singa.” Kata rubah ketika bertemu singa. 

“Iya, apa kau akan memberiku makanan?” tanya singa penuh harap. 

“Ada seekor kuda mati di pinggir hutan, aku akan mengantarmu ke sana.” Rubah dan singa pergi ke pinggir hutan. 

“Kuda ini besar sekali, aku tidak mungkin menghabiskan sendiri. Tapi bagaimana caranya aku membawa kuda ini ke rumahku agar bisa aku makan bersama dengan keluargaku?” tanya singa pada rubah. 

“Tenang saja singa, aku akan membantumu. Aku akan mengikat kuda ini pada kaki dan tanganmu agar bisa kau tarik ke dalam hutan.” Rubah mengeluarkan sebuah tali yang besar. 

“Baiklah, aku setuju.” Singa itu sangat senang karena akan mendapat makanan yang sangat besar, sehingga ia tidak berpikir panjang lagi dan menyetujui saran rubah. Tanpa curiga sedikit pun, singa mengijinkan rubah mengikat kaki dan tangannya. 

Setelah keempat kaki singa terikat, rubah kemudian membangunkan kuda. Ketika kuda itu berdiri justru singa lah yang ditarik oleh kuda. 

“Sekarang tariklah singa ini dan bawalah ke peternakan. Katakan pada Pak Petani bahwa kau sudah berhasil mengalahkan singa. Ini adalah bukti bahwa tenagamu sekarang sudah melebihi tenaga singa.” Saran rubah. 

Setelah sampai di peternakan, Pak petani mengijinkan kuda kembali tinggal di peternakan. Petani itu melepaskan ikatan Singa dan membiarkannya pergi. Singa yang lapar tidak mendapat apa-apa, karena kebodohannya ia bisa dikelabui oleh rubah yang cerdik.
This entry was posted in

0 komentar:

Posting Komentar