Rabu, 11 Juni 2014

Seandainya Buaya Lebih Pintar

Dongeng Kongo 


Buaya tinggal di sebuah gua kecil pinggir sungai. Sungai itu seringkali didatangi oleh ayam, kelinci, bebek dan juga binatang lain. Binatang-binatang itu ke sungai untuk minum. Tapi mereka selalu berhati-hati agar tidak terlihat oleh buaya. 

Pada suatu hari ayam pergi ke sungai sendiri. Saat itu buaya sedang mengawasi sungai untuk mencari mangsa. Ia sangat lapar karena sudah tiga hari tidak mendapat makanan. Oleh karena itu kedatangan ayam tidak ia sia-siakan. Buaya kemudian berjalan menghampiri ayam. Tapi begitu moncongnya sudah terbuka lebar ayam itu memohon padanya. 

“Jangan kau mangsa aku, saudaraku, nanti kau akan menyesal.” Teriak ayam. 

Buaya menjadi ragu mendengar ayam itu mengatakan bahwa ia adalah saudara ayam. Maka dengan mudahnya ayam kemudian melarikan diri. 

Pada hari berikutnya seekor bebek pergi ke sungai. Kali ini buaya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Ia berjalan mendekati bebek. Sama seperti ayam, bebek ini juga memohon padanya. 

“Jangan saudaraku. Kalau kau memangsa aku maka kau akan menyesal nanti.” Kata bebek. 

Buaya kembali ragu karena bebek juga mengatakan bahwa ia juga saudara. Melihat keraguan buaya, bebek langsung terbang melarikan diri. Kali ini buaya gagal lagi untuk mendapatkan makanan. 

Karena penasaran, buaya kemudin menemui temannya. Ia ingin menanyakan apakah benar bebek dan ayam adalah saudara buaya. 

Tentu saja teman buaya tertawa mendengar pertanyaan buaya yang bodoh ini, “ha..ha….. mereka itu memang saudara kita.” 

“Benarkah?” tanya buaya. 

"Iya benar. Mereka sama-sama bertelur, seperti kita juga bertelur. Jadi binatang yang sama-sama bertelur adalah saudara.” Jawab temannya. 

“Mengapa aku tidak berpikir seperti itu ya. Kalau tahu seperti itu langsung saja kau makan mereka.” Kata buaya kecewa. 

Seandainya saja buaya itu lebih pintar, maka ia tidak akan kelaparan
This entry was posted in

0 komentar:

Posting Komentar