Rabu, 11 Juni 2014

Semut Dan Kupu-Kupu

Dongeng Spanyol

Semut berjalan-jalan menghirup udara pagi. Ia merasa bahwa dirinya adalah makhluk yang paling disayang oleh Tuhan. Dirinya tidak pernah kelaparan karena makanan yang melimpah ada di mana-mana. 

Ia juga merasa sangat aman karena tidak ada satu binatang pun yang akan memangsa dirinya. Bahkan ia mempunyai rumah yang sangat nyaman di dalam tanah. Di rumahnya ini semut agar aman dari gangguan hujan maupun badai. 

Di sebuah kebun, semut melihat ada sebuah kepompong yang menempel di batang pohon. 

“Kasihan sekali kau ini, lihatlah tubuhmu yang terbalut benang tebal.” Kata semut pada kepompong. 

Namun kepompong tetap saja diam. Ia tidak bisa menjawab karena pada saat menjadi kepompong ia harus bertapa. Tidak makan, tidak minum dan juga tidak berbicara. 

“Ha…ha….. bahkan berbicara pun kau tidak bisa.” Semut tertawa terpingkal-pingkal melihat penderitaan kepompong. 

Semut kemudian meneruskan langkahnya sambil menyombongkan diri, “memang tidak ada binatang yang semujur diriku.” 

Beberapa hari kemudian, semut kembali berjalan-jalan di kebun. Saat itu hujan baru saja turun dan semua bagian tanah di kebun itu basah, bahkan ada beberapa tempat yang berlumpur. 

Semut begitu menikmati sejuknya angin pagi sehingga ia tidak menyadari bahwa jalan yang ada dihadapannya adalah sebuah kubangan lumpur. 

“Auuuuu……” Semut itu terperosok dalam kubangan. Dalam waktu singkat badannya hampir saja tenggelam. 

Tiba-tiba seekor kupu-kupu terbang di atasnya. Semut meminta pertolongan kupu-kupu. 

“Kasihan sekali semut yang malang.” Kata kupu-kupu sambil terbang di atas semut. 

“Tolonglah aku kupu-kupu, aku hampir tenggelam, lumpur ini begitu kuat menarikku.” Kata semut dengan suara lemah. 

“Baiklah.” Kupu-kupu mengangkat semut dari kubangan lumpur kemudian meletakkannya di atas rumput. 

Terima kasih kupu-kupu kau telah menolongku.” 

“Aku pasti menolongmu semut, walaupun kau telah menghinaku ketika aku menjadi kepompong dulu.” Jawab kupu-kupu dengan tersenyum. 

Semut malu atas sikapnya yang sombong. Ternyata kupu-kupu adalah binatang yang sangat baik dan tidak dendam atas perlakuan buruk semut dahulu.
This entry was posted in

0 komentar:

Posting Komentar