Rabu, 25 Juni 2014

Sisi Jadi Rajin Mandi

Sisi paling susah menurut setiap kali mamanya menyuruh ia mandi. Ia selalu membuat banyak alasan. “Sebentar ma, setelah filmnya habis,” padahal setelah itu masih ada film lain yang juga Sisi suka, tapi waktu terus berjalan dan malam sudah tiba. 

Kalau sudah begitu akhirnya Mama menyerah dan membiarkan Sisi hanya sikat gigi dan cuci muka, kemudian ganti baju. Hal ini terjadi bukan hanya sekali atau dua kali, tapi sudah seringkali Sisi tidak mandi. Bahkan kadang-kadang ia pergi tidur hanya mengganti baju dengan piyama, tanpa cuci muka ataupun sikat gigi. 

“Sisi jorok,” kata mama kesal, tapi Sisi tidak peduli. 

Suatu malam, Sisi terbangun dari tidurnya, ia merasa ada yang menarik-narik selimutnya. Betapa kagetnya Sisi ketika ia melihat seekor tikus yang sangat besar sudah berada di atas tempat tidurnya. 

“Halo tuan putri,” sapa tikus dengan tersenyum dan memperlihatkan gigi-giginya yang runcing. 

“Tuan putri? Aku bukan tuan putri,” teriak Sisi sambil bergerak mundur. Baru kali ini Sisi melihat tikus sebesar itu dan bisa bicara lagi di rumahnya. 

“Tentu saja kau tuan putri kami, kau kotor dan jorok seperti aku dan tikus-tikus yang lain,” jawab tikus masih dengan senyum. 

Sisi semakin takut, tapi ia sudah tidak bisa bergerak ke mana-mana lagi karena sekarang ia terduduk di pinggir tempat tidur. Sebenarnya Sisi ingin turun dan berlari keluar, tapi di bawah tempat tidurnya ternyata ada juga tikus besar lain yang berdiri di sana. 

“Hai,” Sapa tikus besar yahng lain. Disusul oleh tikus-tikus lain yang sudah menunggu di bawah tempat tidur Sisi, semua besar-besar dan tersenyum memperlihatkan gigi-gigi mereka yang runcing. 

“Hiiiii, menyeramkan,” pikir Sisi.

Dengan sebuah keberanian yang dipaksakan, Sisi berusaha mengusir tikus-tikus itu, “Pergi...... aku takut melihat kalian.” 

“Jangan takut tuan putri,” tikus-tikus serempak menjawab bagaikan sebuah paduan suara. 

Sisi tidak tahu dari mana datangnya, tiba-tiba kamar Sisi sudah dipenuhi oleh tikus-tikus, ada tikus yang besar dan yang lainnya tikus yang kecil. Sebagian berlompatan ke tempat tidur ingin mendekati Sisi. 

Sisi semakin ketakutan dan tikus-tikus itu berusaha bersikap ramah, sepertinya mereka berniat baik, ingin berteman dengan Sisi. 

“Jangan mendekat.... kalian menjijikkan ..... tidakkah kalian tahu itu,” Sisi memohon dengan suara perlahan. 

“Kami hanya ingin lebih mengenal tuan putri,” jawab tikus-tikus itu, sekarang tempat tidur Sisi sudah dipenuhi oleh tikus-tikus. “Apa mau kalian,” kata Sisi masih ketakutan. 

“Kami hanya ingin membawa pulang tuan putri ke kerajaan tikus,” kata Tikus besar yang pertama kali menemui Sisi tadi . 

“Pulang kemana? Rumahku disini.” 

“Bukan tuan putri, rumah tuan putri adalah di istana Tikus.” Sisi jadi tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh tikus, 

”Kalian jangan membuat aku bingung, apa maksud kalian?” 

“Sudah sejak lama, kerajaan kami tidak mempunyai ratu, dan sudah lama pula kami mencari-cari ratu atau raja bagi kerajaan kami,” salah satu dari tikus-tikus itu menjelaskan. 

“Lalu apa hubungannya denganku,” Sisi masih juga belum mengerti. 

“Tuan putri adalah ratu yang kami cari, tuan putri jorok dan jarang mandi seperti kami bangsa tikus.” 

“Jangan panggil aku tuan putri..... aku tidak mau menjadi ratu kalian.” 

“Tuan putri harus menyetujui permintaan kami para rakyat kerajan tikus yang sangat mengharapkan tuan putri menjadi seorang ratu.” Kata seekor tikus besar. 

Ucapan tikus besar tersebut kemudian disambut meriah oleh tikus-tikus yang lain, ”Bawa tuan putri sekarang..... bawa tuan putri sekarang.” 

“Mari tuan putri, jangan kecewakan kami, rakyat kerajaan tikus sangat mengharapkan tuan putri menjadi ratu kami. Sekarang kami akan membawa tuan putri.” 

Selesai berbicara tikus besar kemudian menghampiri Sisi yang semakin ketakutan dan menutup wajahnya dengan selimut. Spontan Sisi berteriak, ”Mama... tolong aku.... ma.” 

Mama Sisi datang ke kamar. Anehnya begitu pintu dibuka oleh Mama Sisi semua tikus-tikus menghilang. “Ada apa Sisi, malam-malam begini mengapa berteriak?.” Kata mama ketika duduk di tepi tempat tidur." 

“Tikus-tikus itu akan membawaku ke kerajaan mereka.” 

“Tikus-tikus yang mana, tidak ada tikus di rumah kita, mama selalu menjaga kebersihan, jadi tidak mungkin ada tikus disini. Mungkin kamu mimpi , Sisi.” 

Tapi Sisi bukan bermimpi. Sejak saat itu Sisi menjadi rajin mandi agar badannya bersih dan tidak jorok lagi. Sisi tidak mau tikus-tikus itu datang lagi untuk membawanya ke kerajaan mereka. 

Hingga saat ini kerajaan tikus belum mempunyai ratu. Tikus besar juga rakyat kerajaan tikus masih mencari anak kotor dan jorok untuk dijadikan ratu atau raja mereka, siapa yang mau? 

Pesan : Menjaga kebersihan itu penting, apalagi kebersihan badan kita sendiri, kalau tidak bersih maka penyakit akan mudah masuk ke tubuh kita.

0 komentar:

Posting Komentar