Senin, 16 Juni 2014

Tiga Binatang Dan Serigala

Dongeng Skandinavia 


Di sebuah peternakan ada tiga ekor binatang yang masih kecil-kecil. Ketiga binatang itu adalah sapi, kambing dan biri-biri. Mereka bertiga harus berjuang menghadapi musim dingin yang bersalju agar bisa tetap bertahan hidup. Persediaan makanan di peternakan itu sangat sedikit sekali. 

Namun mereka semua bisa melewati masa-masa sulit itu dengan baik. Ketika musim semi tiba, ketiga binatang itu sudah bisa menikmati rumput hijau yang sangat banyak di peternakan. 

Karena makanan yang berlimpah, maka badan mereka menjadi gemuk. Tanpa mereka sadari, seekor serigala datang mengawasi dan sedang mencari kesempatan untuk bisa memangsa mereka satu persatu. Pada suatu hari serigala menemui kambing. Serigala yang licik, pura-pura baik pada kambing. 

“Bolehkah aku berkenalan denganmu?” tanya serigala ramah. 

“Tentu saja. Aku Raja Janggut. Kau lihat bukan janggutku yang panjang ini? Ini adalah senjata yang diberikan oleh raja penyihir padaku. Kau lihat juga dua tanduk hitam yang bisa merobek perut siapapun juga karena ini adalah pemberian dewa langit .” Kambing menjawab dengan raut muka menyeramkan. 

Tanpa berkata apa-apa lagi, serigala langsung pergi. Sebenarnya ia merasa takut pada kambing. Serigala kemudian menemui sapi dan pura-pura ingin mengenalnya. 

“Aku adalah Raja Tombak. Kau lihat ada dua mahkota berbentuk tombak di kepalaku ini. Ini adalah pemberian dewa api yang bisa membinasakan siapapun dengan sangat cepat.” Jawab sapi tak kalah menyeramkan. 

Serigala tambah ketakutan, tapi ia tetap ingin berusaha. “Siapa tahu aku bisa memangsa binatang yang satunya.” Pikir serigala sambil pergi menemui biri-biri. 

Kali ini jawaban biri-biri hampir sama dengan kedua temannya. “ Aku adalah Raja Godam. Kau lihat godam besar yang menjadi mahkotaku ini. Siapapun akan hancur jika aku terjang dengan godam pemberian dewa tanah ini.” 

Serigala yang sangat ketakutan langsung lari dan tidak pernah kembali lagi. Ketiga binatang itu bisa hidup dengan bahagia selama-lamanya.
This entry was posted in

0 komentar:

Posting Komentar