Jumat, 06 Juni 2014

Tikus Berpetualang

Dongeng Austria 


Sepasang tikus tinggal di sebuah ladang. Pada suatu hari tikus laki-laki pergi keluar rumah untuk mencari makan. Tikus itu mencari-cari makanan di sekitar ladang. Dengan penciumannya yang tajam tikus itu mengendus tanah di sekitar rumahnya. Namun di sana tidak ada makanan yang bisa ia ambil. Tikus kemudian terus berjalan hingga tanpa terasa ia sudah berada jauh dari rumah.  
Di sebuah tempat terdapat sebatang pohon Ek besar yang tinggi menjulang. Di bawahnya berserakan biji-biji Ek. Tikus belum pernah menemukan biji ini sebelumya sehingga ia berpikir bahwa biji tersebut pasti enak. Mata tikus tertuju pada sebuah biji Ek yang paling besar. Tikus menghampiri biji tersebut dan berusaha memegang dengan kakinya. Namun biji Ek itu malah menggelinding dan masuk ke dalam sebuah lubang besar yang berada di bawah akar pohon Ek. 

Tikus mengintip ke dalam lubang, dan berkata dalam hati, “sepertinya lubang ini sangat dalam, lebih baik aku masuk. Aku tidak ingin kehilangan biji terbaik yang pernah aku temukan .” 

Ternyata dalam lubang itu, terdapat sebuah jalan yang berliku mirip sebuah anak tangga yang memutar, menuju ke sebuah tempat. Biji Ek terus menggelinding mengikuti tangga, dan tikus juga berlari menuruni tangga untuk mengejarnya. Hingga akhirnya biji Ek itu membentur sebuah pintu dan menimbulkan suara, “duk.” 

Tikus berhenti di depan pintu akan mengambil biji Ek. Tapi tangannya kalah cepat dengan seorang manusia mini yang tiba-tiba keluar dari balik pintu, dan langsung mengambil biji Ek. Tentu saja tikus marah. 

“Biji ini milikku. Aku yang menemukannya di atas sana dan mengejar hingga kemari karena biji ini masuk ke dalam lubang.” Kata tikus dengan galak. 

“Aku tidak mau tahu. Biji ini sekarang berada di depan rumahku, jadi biji ini sekarang milikku. Dan kaujuga berada di depan rumahku, maka mulai sekarang kau adalah tawananku.” Jawab manusia mini lebih galak. 

Akhirnya tikus menjadi tawanan manusia mini. Di sana tikus membersihkan rumah, memasak dan melaksanakan apapun yang diperintahkan oleh manusia mini. Tikus tidak bisa melarikan diri karena manusia mini selalu mengunci rumahnya. Sedangkan biji Ek yang diambil oleh manusia mini dan diletakkan di atas lemari. 

Pada suatu hari, manusia mini terburu-buru pergi. Kesempatan ini digunakan oleh tikus untuk melarikan diri. Tapi sebelumnya tikus mengambil biji Ek terlebih dahulu di atas lemari. Tikus berlari kencang menaiki tangga, setelah sampai di bawah pohon Ek ia langsung berlari menuju rumahnya. 

Sampai di rumah istri tikus menyambutnya dengan sangat bahagia. Mereka berdua kemudian membelah biji Ek untuk dimakan. Ternyata di dalam biji Ek tersebut tersimpan sebuah kalung permata yang sangat indah. Tikus laki-laki sangat senang karena petualangannya kali ini, ternyata telah memberikan sesuatu yang bisa membuat istrinya sangat bahagia.
This entry was posted in

0 komentar:

Posting Komentar