Sabtu, 07 Juni 2014

Tong Si Ayam Hutan Yang Sombong

Dongeng Thailand 


Tong adalah pimpinan semua ayam yang ada di hutan. Sebenarnya tidak ada seekor ayam pun yang mengangkat dirinya menjadi pimpinan, hanya saja Tong merasa bahwa dirinya adalah ayam hutan yang paling besar dan paling pintar. 

“Tidak ada satu pun ayam di hutan ini yang bisa mengalahkan diriku,” begitu selalu Tong menyombongkan dirinya. 

Sebenarnya semua ayam di hutan sudah sangat muak dengan kesombongan dan gaya Tong yang sok berkuasa. Hanya saja mereka semua tidak ada yang berani melawan. Hingga pada suatu hari ada seekor ayam betina yang bijaksana menemui Tong. 

“Aku tahu kau adalah Tong, pimpinan seluruh ayam di hutan ini yang paling kuat.” Puji ayam betina. 

“Tentu saja. Kekuatan yang aku miliki adalah untuk melindungi kalian semua.” Jawab Tong dengan sombong. 

“Benar Tong. Saat ini kami sedang membutuhkan perlindungan darimu. Di hutan bagian barat, ada jaring yang dipasang oleh pemburu. Padahal tempat itu adalah tempat semua ayam di hutan ini mencari makanan. Kalau kau tidak cepat bertindak kami semua akan mati kelaparan atau tertangkap oleh jaring pemburu.” 

Tong hanya diam saja. Sebenarnya ia sudah tahu akan hal ini, tapi Tong sendiri juga tidak berani berhadapan dengan pemburu. 

“Mengapa kau diam saja Tong. Apakah kau takut pada jaring pemburu itu?” tanya ayam betina menyindir Tong. 

"Tentu saja tidak. Aku adalah Tong, ayam yang paling kuat di seluruh hutan ini. Jadi aku akan pergi untuk melawan pemburu itu.” Jawab Tong dengan sombong. 

Tong kemudian pergi ke hutan sebelah Barat. Ia terbang dengan hati-hati dari satu pohon ke pohon yang lainnya. Namun sayang, ia terperangkap jala pemburu. Tong berusaha untuk melepaskan diri, namun jala itu justru semakin kusut dan membelitnya dengan sangat kuat. 

Tak lama kemudian pemburu datang, “Aku sedang beruntung hari ini. Ini adalah ayam hutan terbesar yang pernah aku tangkap.” 

"Lepaskan aku! Aku adalah pimpinan ayam di hutan ini. Aku janji, kalau kau melepaskan aku, maka aku akan membawa semua ayam di hutan ini untukmu.” Tong berusaha membujuk si pemburu. 

“Kau sangat kejam. Mana ada pimpinan yang mau mengorbankan rakyatnya. Dasar pembohong, aku tidak akan percaya padamu.” Pemburu itu membawa Tong ke rumahnya dan menjadikan Tong hidangan makan malam yang lezat untuk seluruh keluarganya.
This entry was posted in

0 komentar:

Posting Komentar