Jumat, 04 Juli 2014

Air Laut Menjadi Asin

Cerita Dari Korea 

Pada zaman dahulu Kaisar mempunyai sebuah batu ajaib. Batu ini, jika diputar bisa mengabulkan segala permintaan pemiliknya. Kaisar tahu kalau batu ajaib ini jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab akan berakibat buruk. Oleh karena itu Kaisar menyimpannya di tempat yang tersembunyi. 

Ada seorang pencuri yang sangat pandai. Ia sangat ingin memiliki batu ajaib tersebut. Pencuri ini berusaha mencari tahu di mana Kaisar menyimpan batu ajaib. Pada suatu hari si pencuri memberanikan diri memasuki istana dengan menyamar sebagai seorang pedagang kaya. 

“Kepala rumah tangga adalah salah satu orang kepercayaan Kaisar, ia pasti tahu di mana Kaisar menyembunyikan batu ajaib.” Pikir si pencuri. 

Si pencuri sengaja mencari kepala rumah tangga istana. Ia kemudian mengajak kepala rumah tangga istana mengobrol. 

“Aku dengar Kaisar mengubur batu ajaib miliknya di dalam kamarnya.” Kata si pencuri asal menebak. 

Kepala rumah tangga istana mengerutkan keningnya, “ siapa yang bilang begitu?” 

“Semua orang-orang dari seluruh negeri ini sudah tahu.” 

“Itu berita bohong.” Kepala rumah tangga istana nampak marah. Sepertinya ia sudah terpancing oleh kata-kata si pencuri. 

“Sepertinya berita itu benar. Batu itu adalah batu ajib, jadi Kaisar pasti menyimpannya di tempat yang tersembunyi agar tidak dicuri orang.” 

“Justru supaya aman, Kaisar malah menyimpannya di tempat yang ramai. Kaisar menyimpan batu ajaib itu di sebuah pot besar dekat pintu gerbang istana.” 

Pencuri itu merasa senang karena siasatnya telah berhasil. Ketika malam tiba, ia segera menuju pintu gerbang istana dan mencari pot besar yang dimaksud oleh kepala rumah tangga istana. Setelah berhasil menemukan batu ajaib itu, si pencuri langsung melarikan diri. 

“Kaisar pasti akan memerintahkan pengawalnya untuk menemukan kembali batu ajaib ini. Aku harus pergi ke sebuah pulau di luar negeri ini untuk sementara waktu sampai situasi kembali aman. “pikir si pencuri. 

Pagi harinya, si pencuri pergi ke pantai dan menyewa sebuah perahu. Ia mendayung perahu tersebut seorang diri. Di tengah laut si pencuri yang serakah berpikir meminta garam pada batu ajaib. 

Pada jaman itu, garam merupakan barang yang mahal, bahkan lebih mahal dari pada emas, karena pada saat itu air laut belum berasa asin. Di negeri yang akan ia kunjungi, si pencuri bermaksud menjual garam agar ia bisa menjadi orang yang kaya raya. 

Si pencuri kemudian memutar batu ajaib. “Wahai batu ajaib, berikan aku garam yang sangat banyak.” Batu ajaib itu berputar dengan sangat cepat dan mengeluarkan garam yang sangat banyak. Si pencuri merasa sangat senang, 

“Sebentar lagi aku akan menjadi orang paling kaya di dunia.” 

Batu ajaib itu terus mengeluarkan garam hingga memenuhi perahu. Si pencuri mulai panik karena ia hampir tertimbun garam, ia mencoba untuk menghentikan batu ajaib itu berputar, tapi usahanya sia-sia saja. Perahu, garam, batu ajaib dan pencuri itu tenggelam. 

Batu ajaib tetap berputar sampai sekarang sambil mengeluarkan garam. Semakin lama, semakin banyak garam yang dikeluarkan oleh batu ajaib. Bahkan sampai sekarang batu ajaib itu masih terus berputar dan mengeluarkan garam, hingga menyebabkan air laut terasa asin. 

Pesan : Jangan menjadi orang yang serakah. Segala sesuatu yang berlebihan akan mendatangkan kesulitan bagi kita

0 komentar:

Posting Komentar