Kamis, 17 Juli 2014

Alibaba Dan Penyamun

Cerita Dari Iran 

Alibaba adalah seorang penjual kayu bakar yang hidupnya sangat sederhana. Sebenarnya ia mempunyai seorang kakak yang kaya raya bernama Kasim. Namun Kasim sangat pelit dan serakah. Ia tidak peduli pada kehidupan adiknya. Yang ia pedulikan hanyalah menumpuk kekayaan untuk kepentingan dirinya sendiri. 

Suatu hari Alibaba pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar. Ketika melewati sebuah gua, tiba-tiba ia mendengar suara derap kuda yang semakin mendekat. Alibaba kemudian bersembunyi di semak-semak. Serombongan orang berkuda berhenti di depan pintu gua. Mereka adalah perampok yang membawa harta rampasannya. 

Kepala perampok itu kemudian berteriak, “Alakazam, buka. “ 

Kemudian pintu gua terbuka sendiri dan rombogan perampok itu masuk. Tak lama kemudian mereka keluar tanpa membawa apapun. Kepala perampok itu berteriak lagi, “Abrakadabra, tutup.” 

Pintu gua kemudian tertutup dengan sendirinya. Rombongan perampok itu kembali menaiki kuda mereka dan pergi meninggalkan gua. Setelah tidak lagi terdengar suara derap kaki kuda, Alibaba keluar dari tempat persembunyiannya. 

Alibaba mendekati pintu gua dan menirukan perkataan kepala perampok tadi. Setelah pintu gua terbuka, Alibaba masuk ke dalam. Betapa terkejutnya Alibaba ketika mengetahui di sana banyak sekali tumpukan emas dan permata. Cepat-cepat 

Alibaba mengambil kantong emas dan permata sesuai yang mampu ia bawa. Sejak saat itu Alibaba menjadi orang yang banyak harta. Ia senang bersedekah namun tetap menjalankan kehidupannya yang sederhana. Berita tentang Alibaba yang tiba-tiba banyak harta didengar oleh Kasim. Ia pun berpura-pura baik kepada 

Alibaba dengan mengunjungi adiknya itu. Padahal sebenarnya Kasim ingin tahu dari mana Alibaba mendapatkan hartanya yang banyak tersebut. 

Sebagai adik yang baik, Alibaba menjelaskan kepada kakaknya bagaimana ia mendapatkan harta tersebut. Kasim yang serakah kemudian pergi ke gua tempat para perampok menyimpan hartanya. Ia pun mengucapkan mantra untuk membuka pintu gua seperti yang diberitahukan oleh Alibaba. 

Ketika sampai di dalam gua, Kasim yang serakah ingin mengambil emas dan permata yang ada di dalam sana sebanyak-banyaknya. Karena sangat senang mengumpulkan emas dan permata yang akan dibawanya nanti, Kasim sampai tidak mendengar kedatangan para perampok . 

Tentu saja kepala perampok itu marah ketika melihat ada pencuri yang bisa masuk ke dalam gua milikinya. Kasim yang malang akhirnya ditangkap oleh para perampok tersebut dan dijadikan budak mereka. 

Pesan : Orang yang baik seperti Alibaba selalu mendapat kemudahan dan ada saja yang menolong, sebaliknya orang yang serakah dan licik seperti Kasim akan mendapat balasan yang setimpal.

0 komentar:

Posting Komentar