Selasa, 15 Juli 2014

Anak Kecil Yang Mencuri

Seorang anak kecil tertangkap sedang mencuri makanan di pasar. Orang-orang kemudian menangkapnya dan membawanya kehadapan Adipati Rumeksa. Anak kecil itu kemudian diberikan hukuman cambuk sebanyak seratus kali. Tapi ketika hukuman itu akan dilaksanakan, tiba-tiba seorang laki-laki yang sejak tadi melihat kejadian tersebut berteriak. 

“Ini tidak adil Adipati Rumeksa. Anda belum mengadili anak ini” 

“Siapa kamu! Berani berteriak seperti itu dihadapanku.” Kata Adipati Rumeksa marah. 

Laki-laki itu maju menghampiri Adipati Rumeksa dan memandangnya dengan tajam. Adipati Rumeksa menjadi ketakutan karena laki-laki yang ada dihadapannya itu adalah Raja kerajaan Pasirkaliki. 

“Ampuni hamba paduka Raja. “ Adipati Rumeksa bersujud di hadapan Raja Pasirkaliki. 

“Berdirilah Adipati, berlakulah adil terhadap anak kecil ini.” Kata Raja dengan bijaksana. Raja Pasirkaliki kemudian bertanya pada anak kecil tersebut. 

“Mengapa kau mencuri makanan?” 

"Sudah dua hari hamba tidak makan paduka raja.” Jawab anak kecil itu dengan gemetar. 

“Apa kau sudah tidak punya orang tua lagi? Seharusnya mereka memberimu makan.” *“Hamba masih mempunyai dua orang tua, tapi kehidupan kami sangat miskin.” 

Raja Pasir kaliki kemudian meminta pengawal kadipaten untuk memanggil orang tua anak tersebut. 

“Mengapa kalian berdua tidak memberi makan kepada anak ini? Apakah kalian berdua tidak bekerja?” tanya Raja Pasirkaliki. 

“Kami berdua sudah bekerja keras, tapi tuan tanah yang mempekerjakan kami belum memberikan upah kami selama beberapa hari ini.” Orang tua anak kecil itu menjawab dengan jujur. 

Raja Pasirkaliki meminta pengawal kadipaten untuk memanggil tuan tanah yang mempekerjakan orang tua si anak kecil tersebut. 

“Tega sekali kau, tidak membayarkan upah orang-orang yag bekerja padamu, hingga mereka tidak bisa memberi makan pada anak-anaknya.” Kata Raja Pasirkaliki. 

Tuan Tanah itu menjawab dengan tenang. “Hamba sudah tidak mampu lagi membayar orang-orang yang bekerja pada hamba.” 

“Mengapa begitu, apakah kau merugi?” tanya Raja Pasirkaliki penasaran. 

“Bukan begitu, ini semua karena pajak yang diminta oleh Adipati Rumeksa sangat besar, sehingga hasil penjualan padi hamba hanya cukup untuk membeli pupuk dan bibit saja. Selebihnya untuk membayar pajak, jadi untuk upah orang-orang yang mengerjakan sawah, sudah tidak ada lagi.” Tuan tanah itu memberi penjelasan. 

Raja Pasirkaliki menjadi marah. Ternyata anak kecil itu mencuri karena Adipati menarik pajak yang sangat besar. Raja Pasirkaliki kemudian meminta Adipati Rumeksa mengembalikan pajak yang sudah ia ambil kepada rakyat di kadipaten tersebut. 

Sejak saat itu seluruh wilayah Pasirkaliki menjadi makmur. Tidak ada lagi adipati di kadipaten lain yang berani memungut pajak dalam jumlah besar kepada rakyat mereka. 

Pesan : Jangan langsung mempercayai sebuah berita, sebelum kalian mendapatkan bukti tentang kebenaran berita tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar