Kamis, 24 Juli 2014

Anak Kecil Yang Pemberani

Cerita Dari Prancis 

Pada saat Perang Dunia terjadi, Prancis berperang melawan Austria. Desa-desa di perbatasan banyak yang dikosongkan. Penduduk perempuan, orang tua dan anak-anak diminta mengungsi ke daerah yang aman. Sedangkan kaum laki-laki dewasa diwajibkan untuk menjadi tentara dan ikut berperang. 

Pada suatu ketika, tentara Prancis melewati desa yang telah kosong. Mereka berjalan dengan hati-hati agar tidak bertemu dengan tentara musuh. Suasana nampak sepi dan sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan lagi. Tiba-tiba rombongan tentara itu mendengar ada suara mencurigakan, ia pun kemudian bersiap-siap untuk menyerang. Namun sesaat kemudian muncul sebuah kepala anak kecil dari balik semak-semak. 

“Apa yang kau lakukan di sini nak.”Tanya kapten 

Anak itu tersenyum sebelum kemudian akhirnya menjawab,”aku menjaga desa ini.” 

“Apa maksudmu dengan menjaga desa? Bukankah semua anak-anak sudah pergi ke tempat pengungsian.” 

“Ya, memang. Ibu dan saudara perempuanku juga sudah mengungsi.” 

“Lalu mengapa kau masih di sini?” salah satu dari tentara itu juga penasaran tentang keberadaan anak kecil yang pemberani ini di sini. 

“Ayahku pergi berperang, aku pun juga ingin ikut pergi berperang, tapi aku masih terlalu kecil. Jadi lebih baik aku menjaga desa ku ini. Siapa tahu ada pasukan musuh yang datang sehingga aku bisa melindungi desaku ini.” 

Rombongan tentara itu merasa kagum pada keberanian anak kecil tersebut. “Kau sangat berani nak. Apakah kau juga sudah melihat ada musuh yang masuk ke desa ini?” tanya kapten. 

“Sejak kemaren aku berada di persembunyianku ini,”kata anak kecil itu sambil menunjuk semak-semak tempatnya tadi muncul, “tapi aku belum melihat ada siapapun yang lewat kecuali anda semua.” 

Kapten tersebut berpikir sejenak. “Apakah kau yakin nak?” tanya kapten lagi 

“Ya. Aku yakin sekali.” Jawab anak kecil itu tegas. 

“Itu berarti mereka sudah berada di dekat sini. Kita harus mengintainya.”jelas kapten 

Anak kecil itu menawarkan dirinya,”ijinkan aku yang mengintai mereka. “ 

Semua orang yang berada dalam rombongan tentara itu saling berpandangan. 

“Aku bisa memanjat pohon tinggi dengan cepat dan badanku yang kecil tidak akan terlihat musuh.” Anak kecil ini mencoba menyakinkan para tentara tersebut. 

“Benar juga. Kalau diantara kami yang naik ke atas pohon dan mengintai pastilah akan mudah terlihat. Musuh akan dengan cepat mengenali seragam kami dan mereka akan segera melakukan penyerangan. Kalau begitu aku perintahkan padamu untuk melakukan pengintaian sekarang juga ” Jawab kapten. 

Anak kecil itu nampak sangat bahagia. Akhirnya ia bisa melakukan hal yang sangat ingin dilakukannnya. Dengan melakukan pengintaian, berarti ia telah ikut ambil bagian dalam berperang melawan pasukan musuh. Maka dengan segera anak kecil itu naik ke atas pohon. 

Sesampainya di atas pohon ia segera melayangkan pandangannya ke segala penjuru dn meneriakkan apa yang dilihatnya. 

“Aku melihat ada meriam musuh di seberang tanah lapang. Di sebelah kirinya ada beberapa orang yang menutupi dirinya dengan dedauanan.” Seru anak kecil itu. 

“Itu berarati musuh sudah berada dekat dengan kita, kita harus segera bersiap, turunlah sekarang nak sebelum musuh melihatmu.” Perintah kapten. 

“Baiklah kapten, aku akan turun sekarang.” Ketika satu kaki nya melangkah ke bawah, tiba-tiba terdengar desing peluru dan sesaat kemudian terdengar jeritan anak kecil tersebut. 

Tubuh anak kecil itu terjatuh dan langsung ditangkap oleh salah satu tentara yang berada di sana. Ternyata peluru itu mengenai tubuh anak kecil yang sekarang telah bersimbah darah. 

“Kau seorang pahlawan nak,” bisik kapten sesaat sebelum anak kecil itu menghembuskan nafas terakhirnya. 

PESAN 
 JAdilah anak yang pemberani dan milikilah jiwa membela tanah air. Karena membela tanah air tidak harus diwujudkan dengan berperang melawan musuh.

0 komentar:

Posting Komentar