Selasa, 01 Juli 2014

Asal Mula Bawang Putih

Cerita Dari Filiphina 


Ada seorang gadis yang cantik jelita. Gadis ini bukan hanya cantik wajahnya, tapi juga cantik hatinya. Ia sangat baik kepada siapapun dan rajin membantu orang tuanya. Gadis ini sangat penurut dan tidak pernah membantah apapun yang diperintahkan oleh kedua orang tuanya. 

Kecantikan gadis ini membuat banyak pemuda ingin mendekati dan menjadikannya sebagai istri. Padahal gadis cantik ini sudah dijodohkan oleh orang tuanya dengan seorang bangsawan. 

Hingga pada suatu hari, tersebar berita bahwa bangsawan yang akan dijodohkan dengan gadis cantik ini meninggal karena dibunuh. Gadis cantik ini menjadi sangat sedih, begitu juga dengan kedua orang tuanya. 

Selang beberapa hari kemudian, telah diketahui siapa pembunuh bangsawan tersebut. Diam-diam budak dari bangsawan yang terbunuh itu membalas dendam atas kematian tuannya. Budak itu mendatangi si pembunuh dan membunuhnya. Gadis itu menjadi sangat sedih. Ia merasa kecantikannya telah membuat banak orang mati. 

“Aku harus mengakhiri hidupku agar tidak ada lagi pembunuhan yang terjadi karena diriku.” Kata gadis cantik itu dalam hati. 

Maka si gadis cantik itu pergi ke atas sebuah gunung yang tinggi. Di sana ia memanggil Dewa Bathala dengan suara keras. “Dewa, kau harus segera mencabut nyawaku agar tidak ada lagi korban yang jatuh karena kecantikan yang kau berikan padaku ini.” 

Tidak berapa lama kemudian, datang sebuah petir yang menyambar tubuh si gadis. Dalam sekejab gadis cantik itu meninggal. Tubuhnya dikuburkan oleh kedua orang tuanya di halaman rumah. 

Setiap hari ibu si gadis selalu mendatangi kuburan anaknya. Pada suatu ketika, ibu si gadis menemukan sebuah rumput yang belum pernah ia lihat sebelumnya. 

“Cabutlah rumput itu maka kau akan menemukan gigi anakmu.” Kata sebuah suara. Ibu si gadis mencabut rumput tersebut dan menemukan sebuah umbi putih yang mirip dengan gigi anaknya. 

“Pecahlah gigi anakmu dan tanamlah kembali, maka ia akan sangat berguna bagi kehidupan semua manusia.” Suara itu kembali terdengar. 

Ibu si gadis kemudian memecah umbi putih yang mirip gigi anaknya itu menjadi beberapa bagian dan menanamnya kembali. Ia kemudian memberi nama umbi itu dengan sebutan “ bawang putih”. Sejak saat itu orang mengenal dan ikut menanam bawang putih. Gadis yang cantik dan baik hati itu tetap berbuat kebaikan untuk orang banyak hingga ia mati. 

Pesan : Kebaikan seseorang akan selalu diingat sampai mati. Oleh karena itu kalian harus banyak-banyak berbuat kebaikan tanpa harus mengharapkan suatu imbalan.

0 komentar:

Posting Komentar