Senin, 07 Juli 2014

Asal Mula Kupu-kupu

Cerita Dari Filipina 


Ada seorang nenek yang berwajah jelek. Walaupun wajahya jelek, nenek itu sangat suka dengan segala hal yang indah-indah. Rumah nenek terletak di pinggir hutan dengan kebun yang sangat luas. Kebun nenek dipenuhi dengan berbagai jenis tanaman bunga. Bagi yang belum tahu tentang kebun bunga nenek ini, pasti mengira bahwa, kebun bunga ini adalah bagian dari hutan. 

Pagi-pagi sekali, nenek sudah bangun dari tidurnya. Setelah makan pagi, ia langsung pergi ke kebun bunga. Di sana nenek memberi pupuk untuk tanaman, menggemburkan tanah di sekitar tanaman, membuang ulat-ulat yang menempel di daun sebelum ulat-ulat itu menghabiskan daun-daun tanaman miliknya. Biasanya nenek baru selesai dengan kebunnya setelah sore hari. 

Pada suatu siang, ketika nenek sedang beristirahat di kebunnya, ada seorang wanita muda dan laki-laki muda yang memasuki kebunnya. 

“Pinggir hutan ini ternyata lebih indah.” Kata perempuan muda kepada temannya. Ia mengira kebun bunga nenek adalah bagian dari hutan juga. 

“Benar, bunga-bunga di sini terawat dengan baik. Kalau menurutku ini adalah sebuah kebun milik seorang wanita yang cantik.” Jawab si laki-laki muda. 

“Apakah kau mau memetikkan beberapa bunga untukku.” Pinta si perempuan muda. 

“Kita harus meminta ijin terlebih dahulu kepada pemilik kebun ini.” 

“Tidak perlu, ini masih bagian dari hutan, sehingga bunga-bunga yang ada di sini boleh dipetik oleh siapapun. Lihatlah, tidak ada satu orang pun yang berada di sini. Kalau kebun ini milik seseorang, pastilah pemiliknya akan terlihat di sini. ” Kata si perempuan muda meyakinkan temannya. 

Pemuda itu masih ragu-ragu, ia menengok ke sekeliling kebun. Tempat itu sepi, tidak terlihat seorang pun yang ada di sana. Setelah yakin, bahwa kebun itu tidak ada pemiliknya, si pemuda memetik bunga yang sedang mekar. Baru beberapa saat ia memetik bunga, tiba-tiba si nenek datang dan menegur mereka. 

“Siapa yang mengijinkan kalian memetik bunga-bunga milikku.” Teriak nenek dari kejauhan. Perempuan dan laki-laki muda itu kaget melihat kedatangan nenek. 

"Bukankah ini bunga-bunga liar yang tumbuh di pinggir hutan. Jadi kami bebas memetik bunga ini.” Jawab si perempuan muda. 

“Kebun ini milikku, jadi kalian harus minta ijin terlebih dahulu kepadaku.” Kata si nenek marah. 

"Kami tidak percaya kalau kebun ini milik seorang nenek yang jelek seperti dirimu.” Tambah si pemuda. 

Mendengar ucapan pemuda tersebut, si nenek menjadi sangat marah. Dengan kekuatan sihirnya, nenek itu kemudian menyihir laki-laki muda dan perempuan muda itu menjadi binatang yang bisa terbang. 

“Kalian aku beri nama kupu-kupu.” Kata nenek dengan lantang sambil meninggalkan kebunnya. 

Pesan : Jangan pernah kalian mengambil barang milik orang lain tanpa ijin, itu sama dengan mencuri.

0 komentar:

Posting Komentar