Kamis, 03 Juli 2014

Asal Mula Pohon Kelapa

Cerita Dari India 

Raja Trishanku terkenal sebagai raja yang sangat baik. Bahkan oleh rakyatnya, Raja Trishanku dianggap sebagai manusia yang suci. Anggapan yang berlebihan ini menjadikan Raja Trishanku merasa dirinya seperti Dewa. Pada suatu hari Raja Trishanku menemui Resi Vishwamitra. 

“Aku sudah bosan dengan kehidupan dunia. Sudah banyak kebaikan yang aku perbuat di dunia ini. Aku selalu menjaga diriku dari perbuatan dosa, sehingga tubuhku ini masih suci. Bisakah Resi menolongku agar aku bisa membawa serta tubuhku ini ke surga.” Kata Raja Trishanku. 

“Tapi itu melanggar peraturan Raja, lagi pula persyaratannya sangat berat.” Jawab Resi Vishwamitra “Apapun persyaratannya akan aku lakukan.” 

“Baiklah kalau begitu. Tuanku harus bertapa selama 40 hari.” 

Raja Trishanku yang sudah terbiasa bertapa, merasa persyaratan untuk bisa membawa tubuhnya ke surga ini sangat mudah. Maka setelah 40 hari, tubuh Raja Trishanku melayang bersama dengan roh yang ada di dalamnya menuju ke surga. Kedatangan Raja Trishanku membuat Dewa penjaga pintu Surga menjadi marah dan mengusir Raja Trishanku. 

“Tidak ada satu manusia pun yang bisa membawa tubuhnya ke surga.” kata Dewa penjaga gerbang surga. 

Di saat yang bersamaan, Dewa Indra yang menjadi pimpinan para Dewa melihat Raja Trishanku. Tentu saja Dewa Indra marah. 

“Kamu adalah manusia sombong yang pernah aku temui. Jangankan tubuhmu, Roh mu pun tidak aku ijinkan memasuki surga.” Kata Dewa Indra dengan nada marah. 

Tanpa memberi kesempatan pada Raja Trishanku untuk menjawab, Dewa Indra langsung saja menangkap tubuh Raja Trishanku dan melemparya kembali ke Bumi. Tubuh Raja Trishanku melayang dengan cepat. Resi Vishwamitra yang melihat kejadian itu langsung bersiap menangkap tubuh Raja Trishanku jika sudah sampai di Bumi nanti. 

Ternyata dugaan Resi Vishwamitra salah. Bumi pun tidak mau menerima tubuh Raja Trishanku. Maka ketika sudah hampir mencapai tanah, tubuh Raja Trishanku melayang di udara. Resi Vishwamitra merasa kasihan, ia kemudian mengambil sebatang kayu untuk menopang tubuh Raja Trishanku. 

Semakin lama kayu penopang Raja Trishanku menjadi sebuah pohon, sedangkan kepala Raja Trishanku berubah menjadi buah. Tangan dan kaki Raja Trishanku yang melayang-layang berubah menjadi daun. Jenggot Raja Trishanku yang semakin panjang berubah menjadi akar. Hingga kini pohon dari tubuh raja Trishanku itu dikenal dengan nama pohon kelapa. 

Pesan : Jangan pernah meminta sesuatu yang berlebihan dan diluar kemampuan orang tua kita.

0 komentar:

Posting Komentar