Rabu, 02 Juli 2014

Ayam Tidak BIsa Terbang

Cerita Dari Jepang 

Ketika bumi baru pertama kali dibuat oleh para Dewa, saat itu belum diisi oleh makhluk hidup apapun kecuali tanaman. Setelah membuat bumi, para Dewa kembali ke Surga. Mereka sangat lelah hingga harus beristirahat dalam jangka waktu yang cukup lama. Tapi Bumi yang baru saja dibuat perlu dilihat perkembangannya. 

“Siapa yang akan kita utus untuk melihat Bumi?” tanya salah satu Dewa. 

“Bagaimana kalau kita meminta ayam untuk turun ke Bumi.” Jawab Dewa yang lain. 

Pada waktu itu, Ayam adalah binatang yang terkenal bisa melesat dengan cepat ketika terbang di langit. Kepakan sayapnya mampu mendorong tubuhnya untuk bergerak secepat kilat. Karena itulah Dewa memilihnya untuk menjadi utusan. 

“Apakah kau sanggup untuk menerima tugas dari kami, Ayam?” salah seorang Dewa menanyakan kesanggupan Ayam dalam menerima tugas. 

“Dengan senang hati Dewa.” Jawab Ayam sambil menunduk hormat. 

“Kalau begitu pergilah ke Bumi yang baru saja kami buat. Lihatlah keadaan di sana, apakah tanaman tumbuh dengan subur, air sungai mengalir dengan baik, juga angin bertiup dengan lembut? Berikan kami berita secepatnya, Ayam. ” Perintah Dewa. 

“Hamba berjanji untuk melaksanakan tugas yang diberikan oleh Dewa dengan sebaik-baiknya.” 

“Juga berjanji untuk kembali secepatnya.” Lanjut Dewa yang lain. 

“Benar, Dewa. Hamba akan kembali membawa berita secepatnya.” Jawab Ayam. 

Setelah itu ayam langsung melesat terbang turun ke Bumi. Ayam sangat senang melihat pemandangan Bumi dari atas langit. 

“Bagus sekali karya para Dewa itu.” Kata Ayam kagum. 

Sesampainya di bumi ayam melihat ada tanaman padi dengan bulir-bulir berwarna keemasan yang menjuntai ke bawah. Ayam tergoda untuk merasakan biji padi tersebut. 

“Ternyata enak sekali makanan yang ada di Bumi ini.” Kata Ayam sambil terus memakan biji-biji padi. 

Setelah makan, Ayam merasa haus. Maka Ayam menuju ke sungai yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Air Sungai itu sangat jernih dan terlihat segar, maka setelah puas minum, Ayam kemudian menceburkan dirinya ke sungai dan mandi sepuasnya. 

Sementara itu para Dewa di Surga sudah tidak sabar menunggu kedatangan Ayam. Hingga akhirnya setelah sore tiba, salah satu Dewa di utus ke Bumi untuk menghukum Ayam. 

“Ternyata kamu tidak bisa menepati janjimu, Ayam. Kamu tidak menjalankan perintah yang kami berikan dengan baik. Kamu malah berain-main di Bumi.” Teriak Dewa dari Langit. 

Ayam yang saat itu masih bersenang-senang bermain air di sungai, kaget mendengar suara Dewa dari Langit. 

“Ampun Dewa. Hamba memang telah lalai dalam menjalankan tugas.” Jawab Ayam ketakutan. 

“Kalau begitu kami akan menghukummu. Sepertinya kamu memang senang tinggal di Bumi. Jadi sejak saat ini kamu akan menjadi penghuni pertama di Bumi ini. Kami para Dewa tidak akan mengijinkanmu kembali ke Surga.” Setelah berkata demikian, Dewa langsung pergi meninggalkan Ayam. 

Sejak saat itu, Ayam tidak bisa lagi terbang tinggi. Sayap Ayam memang masih bisa digunakan untuk terbang, tapi Ayam tidak bisa lagi terbang ke langit. Dewa sengaja membuat keadaan yang demikian agar Ayam tidak bisa terbang ke Surga. Sejak saat itu pula Ayam menjadi binatang pertama yang tinggal di Bumi. 

Pesan : Lakukanlah apa yang diperintahkan oleh orang tua atau gurumu dengan baik. Dan jika kamu berjanji harus ditepati.

0 komentar:

Posting Komentar