Senin, 21 Juli 2014

Batu Sakti (1)

Cerita Dari Afrika Selatan 

Ada tiga rumah yang saling berdekatan. Rumah pertama, dihuni oleh Snatch. Ia adalah seorang penyihir yang berbadan kurus dan tinggi. Hidungnya mancung dan wajahnya juga tidak begitu jelek. Penghuni rumah kedua adalah Rachel. Dia adalah seorang wanita biasa yang hari-harinya disibukkan oleh kegiatan mengurus rumah. 

Rumah yang ketiga merupakan rumah dari Grab. Ia adalah adik dari Snacth. Namun Grab ini tidak ada mirip-miripnya dengan kakaknya. Grab bertubuh gemuk dan berwajah bintik-bintik. Penampilannya tidak sebaik Snatch dan cenderung acak-acakan. Snacth dan Grab dibesarkan dalam keluarga penyihir. 

Kedua orang tua mereka mewariskan sebuah batu sakti yang kemudian menjadi awal permusuhan kakak beradik ini. Masing-masing dari mereka ingin memiliki batu tersebut. Tapi apa boleh buat, batu itu tidak dapat di bagi dua, karena kalau memotong batu sakti ini maka kesaktiannya pasti akan langsung hilang dan batu itu akan menjadi batu biasa. 

Permusuhan Snatch dan Grab tentu saja sangat mengganggu Rachel. Karena rumahnya berada di tengah-tengah, jadi Rachel selalu saja terkena sasaran dari keduanya. Pernah pada suatu ketika dua bersaudara ini bertengkar seru, saling menjelek-jelekkan masing-masing hingga adu mulut yang tidak jelas ujung pangkal dan tujuannya. 

Akhirnya adu mulut itu berlanjut dengan saling beradu kekuatan sihir. “Dasar penyihir gendut, badanmu itu sudah menyerupai batu sakti, jadi lebih baik batu itu untukku saja,” Snatch memperolok adiknya. 

“Badanmu yang kurus itu mana mampu mengangkat batu sakti. Batu itu jelas-jelas lebih besar dari pada badanmu.” Balas Grab 

“Tapi kekuatanku jauh lebih hebat dari dirimu, setiap hari aku selalu belajar ilmu sihir. Bukan sepertimu yang kerjanya hanya makan dan tidur.” 

Grab marah dengan kata-kata kakaknya itu. Ia pun langsung menyerang Snatch dengan melempar kilat. 

“Kau mau mencoba ilmu sihirku?” Rachel yang saat itu sedang memasak di kabur sangat kaget melihat ada kilatan petir. 

Untung saja petir itu tidak menyambar rumahnya. “Bisa mati terkena serangan jantung aku kalau begini caranya.” Kata Rachel sambil mengelus dada. 

“Ha….ha….ha…. Sihirku jauh lebih hebat darimu,” Snatch tak mau kalah. Ia pun melemparkan serangan balasan dengan kilatan petir yang lebih besar.

0 komentar:

Posting Komentar