Senin, 21 Juli 2014

Batu Sakti (2)

Lagi-lagi Rachel yang dikagetkan, “apa mereka berdua ini tidak berpikir punya tetangga dan perbuatan mereka berdua itu sangat menggangguku. Setiap hari bertengkar kok tidak ada capeknya.” 

Rachel benar. Pertengkaran Snatch dan Grab sudah berlangsung sangat lama. Rachel juga tahu kalau yang mereka ributkan adalah batu sakti yang sekarangini justru teronggok di belakang rumah Rachel. Seolah kedua kakak beradik Snatch dan Grab sudah tidak peduli lagi dengan keberadaan batu sakti. Sekarang yang mereka ributkan menjadi tidak jelas. 

Hingga pada suatu hari, Rachel mendatangi batu sakti. “Ku dengar kau adalah batu sakti milik penyihir orang tua Snatch dan Grab, kalau kau memang benar batu sakti itu, pastilah kau bisa berbicara denganku.” 

“Benar Rachel. Kau lihat kan aku bisa berbicara denganmu. Sekarang apa yang ingin kau bicarakan denganku.” Jawab batu sakti 

“Apakah kau tidak merasa terganggu dengan pertengkaran Santch dan Grab yang tidak jelas permasalahannya itu?” tanya Rachel lagi. 

“Aku sangat terganggu sekali Rachel, dan aku tahu kau pun pasti juga sangat terganggu.” 

“Kalau begitu lakukan sesuatu. Tunjukkan kesaktianmu untuk menghentikan pertengkaran mereka. Aku ingin hidup tenang dan damai.” Pinta Rachel pada batu sakti. 

“Bisa saja aku melakukan hal itu, tapi setelah itu kesaktianku akan hilang.” 

“Itu justru hal bagus. Kalau kesaktianmu sudah tidak ada lagi, berarti mereka sudah tidak akan memperebutkanmu lagi.” 

Batu sakti itu berpikir sejenak, “baiklah, aku akan mengeluarkan seluruh kesaktianku agar Snatch dan Grab berhenti bertengkar.” 

Tak lama kemudian batu ajaib itu mengeluarkan cahaya yang sangat terang. Cahaya itu semakin lama semakin melebar kesegala penjuru. Pendaran cahayanya kini sudah menyelimuti rumah Snatch dan Grab. Setelah itu cahaya itu menghilang dan batu sakti itu telah berubah menjadi batu biasa yang sudah tidak puya kesaktian lagi. 

Snatch dan Grab menjadi sangat akrab seolah tidak pernah terjadi permusuhan diantara keduanya. Kakak beradik itu sekarang saling berkunjung dan memberikan bantuan. Ketika pada suatu hari Rahel bertanya tentang batu sakti keduanya dengan kompak menjawab, “kami berdua tidak pernah tahu ada batu sakti.” 

PESAN 
Bertengkar dengan sesama saudara adalah hal yang sangat buruk. Dengan saudara kita seharusnya saling menyayangi dan membantu jika salah satu diantaranya mengalami kesulitan.

0 komentar:

Posting Komentar