Rabu, 30 Juli 2014

Ceret Ajaib

Cerita Dari Jepang 

Ini adalah kisah seorang tukang sampah di Jepang. Tukang sampah ini adalah seorang yang rajin bekerja dan jujur. Walaupun telah bekerja keras sepanjang hari mengambil sampah dari rumah ke rumah, namun kehidupannya tetap saja miskin. Ia hidup sendirian di sebuah rumah kecil di dekat sebuah kuil. Berapapun orang memberinya uang selalu ia terima. Si tukang sampah tidak pernah meminta uang kepada orang yang membutuhkan jasanya. Bahkan ia selalu membuang sampah kuil dekat rumahnya itu walaupun tidak dibayar. 

Pada suatu hari seorang pendeta di kuil memanggilnya. “Wahai tukang sampah, kau begitu rajin membuang sampah di kuil ini. Kami semua sangat berhutang budi padamu.” 

“Itu sudah menjadi kewajiban saya tuan pendeta,” jawab si tukang sampah sambil memberi hormat pada pendeta. 

Pendeta itu sangat menyukai sikap hormat dan rendah hati dari si tukang sampah. “Tidak ada barang berharga yang bisa kami berikan padamu sebagai imbalan kerja kerasmu selama ini untuk kami.” Kata pendeta 

“Saya melakukannya dengan senang hati tuan pendeta. Jadi saya tidak mengharapkan imbalan apapun dari anda.” 

Pendeta kemudian mengambilsebuah ceret dan diberikan kepada tukang sampah, ”Hanya ini yang bisa kami berikan untukmu sebagai tanda balas budi kami padamu.” 

“Terima kasih tuan pendeta, ceret ini pasti akan sangat berguna untuk saya,” Tukang sampah menerima ceret tersebut dengan senang hati. 

Sesampainya dirumah, ceret itu ia isi dengan air dan diletakkan di meja dekat dengan tempat tidurnya. Tukang sampah ini mempunyai kebiasaan selalu minum air putih setiap pagi. Namun pada keesokan harinya si Tukang sampah dikejutkan oleh suara kecil yang membangunkan dirinya. 

“Tukang sampah yang baik hati……. Bangunlah, hari sudah siang. “ 

Tukang sampah membuka matanya dan mencari-cari dari mana asal suara yang sudah membangunkan dirinya itu. “Kau harus bekerja sekarang.” Kata suara kecil itu lagi. 

Kembali si tuang sampah menengok ke kiri dan ke kanan, namun ia tidak menemukan ada seorang manusia pun di dekatnya. “Aku di sini tukang sampah. Aku ada diatas meja dekat tempat tidurmu.” 

Tukang sampah memandangi ceret yang ia letakkan di atas meja,”kaukah itu yang berkata, ceret?” 

“Benar tukang sampah. Aku adalah ceret yang diberikan oleh tuan pendeta kepadamu.” 

“Sungguh beruntungnya aku mendapatkan ceret ajaib sepertimu.” 

Ceret itu menjadi tersipu karena dikatakan sebagai ceret ajaib, “ aku akan menolongmu tukang sampah agar kau bisa mendapatkan uang yang bayak setiap hari dan kehidupanmu meningkat.” 

"Tapi aku tidak mau uang dari keajaiban. Aku lebih suka bekerja keras untuk mendapatkan uang.” Jawab si tukang sampah 

“Kita akan bekerja keras berdua dengan keajaibanku.” 

“Apa maksudmu?” tanya tukang sampah masih tidak mengerti. 

“Aku bisa menari dan bernyanyi. Kau bisa memanggil banyak orang untuk melihat keajaibanku ini. Mereka nanti akan memberikan uang sebagai bayaran telah menonton diriku. Nanti uang yang terkumpul bisa kau pakai untuk kehidupanmu sehari-hari.” Terang ceret ajaib. 

MAka tukang sampah menuruti apa yang dikatakan ceretajaib. Semua orang kemudian ingin melihat ceret ajaib yang bisa menari dan bernyanyi. Uang yang dikumpulkan oleh tukang sampah setiap hari dari pemberian orang-orang tersebut sangat banyak hingga ia lama kelamaan menjadi orang kaya. Walaupun ia telah menjadi orang kaya, si Tukang sampah tetap bekerja mengambil sampah demi untuk menolong banyak orang yang membutuhkan jasa dirinya. 

PESAN 
JAdilah anak yang rendah hati dan selalu menolong siapapun yang membutuhkan bantuan kita dengan tulus ikhlas.

0 komentar:

Posting Komentar