Sabtu, 12 Juli 2014

Dua Sahabat Yang Cacat

Cerita Dari Laos 

Suta dan Kao Fong telah bersahabat lama. Keduanya merasa sama-sama cacat dan saling membutuhkan satu sama lain, sehingga persahabatan itu terjalin semakin kuat. Suta menderita lumpuh sejak kecil, begitu pun dengan Kao Fong yang telah buta sejak lahir. Suta membutuhkan Kao Fong sebagai kakinya dan Kao Fong membutuhkan Suta sebagai matanya. 

Suatu ketika kedua sahabat itu berjalan-jalan cukup jauh hingga masuk ke dalam hutan. Setelah merasa lelah keduanya berisitirahat di bawah sebuah pohon besar. Karena kelelahan, tanpa di sadari ada ular yang mendekati Kao fong. Suta yang mengetahui hal itu tidak berani mengeluarkan suara. 

Ia takut ular itu akan terkejut mendengar suaranya hingga akan membahayakan dirinya maupun Kao Fong. Namun ternyata tanpa disengaja, Kao Fong justru memegang ular tersebut. Ular itu mendesis dan siap mematuk Kao fong. 

“Apa yang aku pegang ini Suta, sepertinya aku belum pernah memegang benda seperti ini sebelumnya.” Tanya Kao Fong tanpa merasa takut sedikit pun karena ia tidak mengetahui kalau yang dipegangnya adalah seekor ular. 

Suta menjadi ragu untuk mengatakan dengan terus terang, maka ia berusaha berbohong, “yang kau pegang itu adalah kayu lilin.” 

Namun ternyata ular itu mendesiskan bisanya ke mata Kao Fong. Tanpa diduga sama sekali, bisa ular itu justru membuat mata Kao Fong bisa melihat. Ia pun nampak kaget melihat kayu yang dibilang oleh Suta, bisa menjulurkan lidahnya dan badannya bisa bergerak siap melilit pada tubuh Kao Fong. Maka secara spontan, Kao Fong melempar ular tersebut. 

Kao Fong melempar ular itu ke arah bawah, tanpa menyadari bahwa Suta sahabatnya berada di sana. Hingga akhirnya ular itu jatuh tepat di atas kepala Suta. Tanpa berpikir panjang dan dengan rasa takut yang amat sangat, Suta berusaha membuang ular itu dari kepalanya dengan cara menggoyang-goyangkan badannya. Namun cara ini ternyata tidak berhasil sehingga ia pun tanpa di sadari berdiri dan berlari menjauh. 

Ular itu pun menjadi panik dengan keributan yang terjadi dan berjalan menjauh. Kao Fong dan Suta saling berpandangan satu dengan yang lain. “Kau sudah bisa melihat Kao Fong.” Kata Suta dengan gembira. 

“Lihatlah dirimu Suta, kau pun sudah bisa berjalan sekarang.” 

Kao Fong dan Suta kemudian saling berpelukan erat sebagai ungkapan bahagia yang tak terkira. Sejak saat itu persahabatan mereka semakin kuat. Keduanya masih saling membutuhkan dan membantub satu dengan yang lain.

Pesan : Jika kau punya sahabat, jagalah persahabatan itu dengan baik. Jangan sampai hal-hal kecil bisa merusak persahabatan, karena nilai dari sebuah persahabatan itu tak terhingga. Kita tidak pernah tahu suatu saat siapa yang akan membutuhkan.

0 komentar:

Posting Komentar