Sabtu, 05 Juli 2014

Hilangnya Sayap Gajah

Cerita Dari India 

Pada zaman dahulu gajah mempunyai empat buah sayap sehingga bisa terbang tinggi. Tapi gajah adalah binatang yang bodoh sehingga ia tidak pernah berpikir terlebih dahulu sebelum mendarat. 

Seringkali gajah mendarat di atap rumah manusia sehingga rumah itu menjadi hancur berkeping-keping. Bahkan gajah juga sering menabrak tanaman dan menginjaknya ketika mendaratkan kakinya ke tanah. 

Karena perbuatan gajah yang merusak ini, maka manusia memohon pada Dewa. “Dewa pasti sudah tahu, apa yang telah diperbuat oleh gajah di bumi ini. Oleh karena itu, supaya gajah-gajah itu tidak lagi merusak bumi yang telah Dewa buat dengan kerja keras ini, maka kami mohon Dewa untuk mengambil sayap gajah.” 

Dewa juga telah tahu perbuatan gajah. Tapi untuk mengambil sayap gajah bukanlah hal yang mudah. Gajah-gajah itu pasti akan memberontak dan akan membuat kerusakan yang lebih besar lagi di bumi. 

Maka Dewa mengundang gajah-gajah itu untuk datang ke surga. Di sana Dewa menjamu gajah-gajah itu dengan makanan dan minuman yang memabukkan. Gajah-gajah itu merasa senang, mereka makan dan minum sangat banyak. Setelah kenyang, gajah-gajah itu pun tertidur. 

Kesempatan ini digunakan dengan sebaik-baiknya oleh para Dewa. Ketika gajah-gajah itu tidur, para Dewa memotong keempat sayap gajah. Dua buah sayap diberikan kepada burung. 

“Burung memiliki badan yang lebih kecil, jadi ia tidak akan merusak rumah manusia ketika mendarat di bumi.” Begitu pikir Dewa. 

Dua lagi sayap gajah diberikan kepada pohon pisang. Dewa berharap daun pisang yang lebar bisa digunakan oleh manusia untuk berteduh. Setelah selesai memotong semua sayap gajah, Dewa kemudian mengirim semua gajah yang ada ke hutan belantara. Sejak saat itu semua gajah tinggal di hutan, jauh dari manusia. 

Pesan : Berpikirlah terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu. Jangan sampai,yang kita lakukan nanti akan merugikan orang lain.

0 komentar:

Posting Komentar