Rabu, 30 Juli 2014

Jack Dan Pohon Jagung

Cerita Dari Amerika Serikat 

Jack adalah anak petani jagung. Ayahnya mempunyai ladang jagung yang sangat luas. Sayangnya Jack tidak pernah mau membantu ayahnya bekrja di lading. Padahal Jack adalah anak laki-laki tunggal yang sangat diharapkan oleh ayahnya untuk bisa menggantikannya kelak kalau dirinya sudah tua dan tidak mampu lagi mengurusi ladang. Jack lebih suka bermalas-malasan di tempat tidur atau bermain-main dengan mainannya yang banyak di dalam kamar. 

“Cobalah sekali-kali kau pergilah ke ladang jagung Jack,” bujuk ibunya 

“Malas bu, diladang tidak ada mainan.” Jawab Jack 

“Tapi di ladang kau bisa membantu ayahmu,” ibu Jack tetapberusaha membujuk anaknya. 

Namun Jack tetap tidak mau, “aku tidak suka dengan ladang Jagung.” Ibu Jack menghela nafas kemudian berjalan mendekati anaknya dan duudk disampingnya,”Jack sayang, kau suka dengan sarapan dan makanan yang ibu sediakan untukmu setiap hari?” 

“Ya, aku suka sekali bu. Aku sangat suka dengan puding jagung buatan ibu juga corn flakes dan susu ini bu,” Jack menjawab sambil terus meengunyah sarapannya. 

“Kau tahu Jack, semua makanan yang kau senangi tadi semuanya terbuat dari jagung. Lalu kenapa kau sendiri tidak mau pergi ke ladang jagung.” 

“Pokoknya aku tidak suka. Jangan paksa aku bu.” Jack sedikit kesal karena merasa dipaksa ibunya. 

Setelah sarapan Jack kembali ke dalam kamarnya dan bermain-main seperti biasanya. Ia sangat menyukai sebuah tiruan kincir angin yang cukup besar yang bisa ia naiki. Dari atas kincir angin ini ia bisa memandang seluruh mainan yang telah ia jajar di bawahnya. Di sini Jack merasa dialah yang paling hebat dibanding dengan mainan miliknya. Namun kali ini Jack merasa ada angin besar yang berhembus hingga membuatnya terjatuh dari atas kincir angin mainan miliknya itu. 

Walau pun tidak begitu tinggi sebenarnya, tapi Jack merasa tubuhnya sangat sakit, matanya berkunang-kunang dan pandangannya kabur. Ketika pandangannya sudah normal kembali Jack merasa sedang berada di tengah-tengah ladang jagung milik ayahnya yang sangat luas. Di sekeliling Jack adalah pohon jagung. Jack tidak tahu ke mana jalan keluar dari ladang jagung ini yang bisa membawanya menuju rumah. 

Jack sangat kesal karena ia berada di tempat yang paling di bencinya. Seluruh tanaman jagung di ladang itu sudah siap panen, sehingga jagung-jagung yang menguning bergelantungan di setiap pohon jagung. Jack benar-benar bingung karena setelah ia lama berjalan, ia tetap belum bisa menemukan jalan keluar dari sekumpulan pohon jagung ini. Ia juga tidak tahu di mana arah rumahnya. 

“Seandainya saja aku sering pergi ke ladang jagung ini, pastilah aku tidak akan tersesat seperti sekarang.” Pikir Jack menyesal. 

Tapi bagaimana pun juga Jack aharus secepatya menemukan jalan pulang ke rumahnya, kalau ia tidak ingin tetap berada di ladang hingga malam hari nanti. 

“Ibuuuuuu………………… Ayahhhhhh……………...” Teriak Jack minta pertolongan, tapi sayangnya baik ayah maupun ibunya tidak mendengar teriakan Jack itu. 

LAdang jagung itu terlalu luas, sedangkan Jack hanyalah seorang anak kecil dengan suara yang tidak begitu keras. Jack terus saja berjalan dan sesekali mendongak ke atas, hingga akhirnya ia menemukan sebuah batang jagung yang lebih besar dari yang lainnya. 

“Mungkin kalau aku memanjat batang jagung ini, maka aku bisa melihat di mana jalan ke rumah dari atas pohon jagung ini,” pikir Jack. 

Ia pun segera memanjat batang jagung sambil sesekali berpegangan pada daunnya yang lebar. Namun anehnya Jack merasa belum juga mencapai ujung pohon itu. Begitu melihat ke bawah, betapa kagetnya Jack karena batang jagung yang ia panjat itu semakin lama semakin menjulang tinggi ke atas. Pohon jagung itu sangat cepat pertumbuhannya. 

Jack sempat melihat ayahnya berada di atas kincir angin, ia pun berusaha memanggilnya,”Ayahhhhhh………… tolonglah aku…….” 

Walaupun terdengar sayup-sayup, namun suara Jack bisa terdengar oleh ayahnya. Ayah Jack berusaha untuk menolong anaknya, namun hal ini sangat mustahil. Pohon jagung yang di panajt oleh Jack terus meninggi dan hampir menyentuh langit. Jack semakin panik dan berteriak memanggil ibunya. 

Pada saat itu lah ibu Jack datang membangunkan Jack yang tertidur di bawah kincir angin mainan miliknya. Rupanya tadi Jack kelelahan bermain sampai akhirnya tertidur. 

“Jack….. bangun nak, sebentar lagi hari menjelang sore, pergilah mandi agar badanmu segar pada saat kita makan malam nanti.” 

Jack terbangun dan langsung memeluk ibunya. Ia pun menceritakana apa yang ia alami. “Mulai besok, aku akan sering-sering pergi ke ladang jagung milik ayah bu. Aku tidak mau tersesat lagi.” 

“Syukurlah Jack, apa yang kau alami hanyalah mimpi.” Kata ibunya dengan lembut. 

PESAN 
Janganlah menjadi anak pemalas yang hanya mau bermain-main saja. Sesekali pergilah ke luar rumah agar kau juga tahu bagaimana keadaan di lingkungan sekitarmu.

0 komentar:

Posting Komentar