Selasa, 15 Juli 2014

Jack Dan Pohon Kacang

Cerita Dari Inggris 

Jack adalah anak laki-laki yang baik dan rajin. Ia suka membantu ibunya dan juga ornag lain yang membutuhkan bantuannya. Kehidupan Jack dan ibunya sangat miskin. Yang menjadi tumpuan kehidupan mereka sehari-hari adalah seekor sapi perah yang mengeluarkan susu setiap pagi. Susu itu kemudian mereka jual dan uangnya mereka gunakan untuk makan. 

Hingga pada suatu ketika sapi itu sudah semakin tua dan tidak lagi mengeluarkan susu. Ibu Jack merasa keberatan memberi makan sapi yang sudah tidak produktif lagi itu. Akhirnya ia pun memutuskan untuk menjual sapi tersebut menjadi sapi potong dan uangnya akan ia gunakan untuk modal membuat roti. 

“Jack, bisakah kau menolong ibu membawa sapi ini ke pasar. Jualah sapi itu, kau bisa kan meminta harga tinggi untuk sapi kita ini kepada pembelinya?.” 

“Tenang saja bu, serahkan semua padaku, pasti semuanya akan beres.” 

Jack menuntun sapi tua itu ke pasar. Di tengah perjalanan, Jack bertemu dengan seorang kakek tua dengan pakaian yang sangat jelek. Kakek itu duduk bersila di pinggir jalan. Jack yang merasa iba melihatnya kemudian mendekat. 

“Apa yang kau lakukan di sini kek?” tanya Jack dengan ucapan yang sangat halus. 

“Aku menunggu seseorang yang bisa menolongku dan orang-orang di desa ku.” Jawab si kakek dengan suara lirih. 

“Kalau aku boleh tahu, pertolongan apa yang kau butuhkan, barangkali aku bisa membantumu, kek.” 

“Desaku mengalami musim kering yang sangat panjang sehingga kami gagal panen. Sekarang ini aku dan banyak lagi orang-orang di desaku menderita kelaparan. “ 

“Lalu apa yang bisa aku lakukan untukmu kek?” Jack merasa iba. 

“Jika kau tidak keberatan, sapi yang kau bawa itu akan bisa menolong semua penduduk desaku.” 

Jack berpikir sejenak, “Ibu pasti marah kalau aku pulang tidak membawa uang untuknya.” 

Kemudian ia berkata pada si kakek, “ibuku memintaku menjual sapi ini dan uangnya akan digunakan sebagai modal ibuku berjualan roti, jadi kalau sapi ini aku serahkan kepada kakek dan aku tidak memberikan uang padanya, ibuku pasti akan marah besar. Tapi menurutku, kakek dan orang-orang di desa kakek lebih membutuhkan sapi ini. Aku akan membantu ibu ku mencari uang untuk makan kami setiap hari nanti.” 

Jack memberikan sapi itu pada si kakek. Melihat raut muka bahagia si kakek Jack juga merasa senang karena ia bisa menolong orang banyak, walau pun ia juga harus bersiap-siap dengan omelan ibunya yang marah nanti. 

“Terima kasih anak yang baik. Aku hanya bisa memberikan biji kacang ini untukmu. Ini bukanlah biji kacang biasa, melainkan bji kacang ajaib yang dulu pernah tumbuh di desa kami.” Si kakek memberikan bji kacang itu kepada Jack sebelum akhirnya ia pergi menuntun sapi menuju luar desa Jack. 

Sesampainya di rumah ibu Jack marah besar, ia pun merebut biji kacang itu dari genggaman Jack dan melemparnya keluar. Karena tidak ingin terlalu lama mendengar omelan ibuya, Jack kemudian pergi keluar rumah. Ia berniat untuk mencari biji kacang yang dilempar oleh ibunya tadi. Sayangnya ia tidak bisa menemukan biji kacang tersebut, akan tetapi ia melihat ada sebuah pohon kacang yang tumbuh dengan sangat cepat. Semakin lama pohon itu semakin tinggi dan batangnya semakin besar. 

Jack menjadi penasaran dan ia pun mencoba memanjat batang pohon kacang tersebut. Hingga Jack merasa kelelahan memanjat tetap saja ia belum bisa mencapai pucuk pohon kacang itu. Semakin ia memanjat ke atas, pohon itu tumbuh semakin tinggi. Hingga akhirnya menembus langit. 

Sampai di langit Jack melihat sebuah rumah besar yang mirip seperti istana. Ia pun kemudian menghampiri rumah itu. Sekitar rumah nampak sepi. Jack mencoba mengintip ke dalam rumah melalui jendela. Di sebuah ruangan, Jack melihat tumpukan pundi-pundi berisi emas. Tiba-tiba datang kakek yang memberinya biji kacang tadi. 

“Ini adalah istana raksasa jahat, ambillah pundi-pundi emas itu sebanyak yang kau mampu bawa dan cepat-cepatlah kau pergi dari sini karena raksasa yang ada di sini sangat suka memakan daging manusia. “ 

Jack menuruti perintah si kakek, ia pun mengambil dua pundi-pundi emas dan segera menuju pohon kacang yang membawanya ke langit tadi. Sayangnya, ketika Jack berlari raksasa yang mempuyai penciuman tajam itu mencium bau manusia dan kemudian mengejar Jack untuk ia jadikan mangsa. 

Dengan cepat Jack menuruni batang pohon kacang, sementara Raksasa itu juga mengikutinya. Ketika sudah sampai di tanah, Raksasa itu masih berada jauh tinggi diatas, diantara langit dan bumi. Tiba-tiba si kakek muncul lagi dan menggoyang-goyangkan batang pohon kacang itu hingga akhirnya batang pohon itu patah dan si rasasa jatuh ke tengah samudra dan mati. 

Jack kemudian pulang kerumah dan memanggil ibunya, “Ibuuuuu…… aku pulang, lihatlah apa yang aku bawa bu.” 

“Dari mana kau mendapatkan ini semua Jack?” tanya ibunya begitu melihat Jack membawa dua pundi-pundi penuh berii emas. 

“Ini dari kakek yang memberiku biji kacang tadi bu.” Jawab Jack dengan tersenyum. Ia tidak perlu menceritakan apa yang telah ia alami, karena ia tahu pasti ibunya pasti akan merasa cemas, walaupun kejadian itu sudah lewat. 

PESANMenolong dengan ikhlas, pasti akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

0 komentar:

Posting Komentar