Rabu, 16 Juli 2014

Karena Pujian

Cerita Dari Myanmar 

Seorang yang terkenal sebagai ahli memuji telah datang ke kerajaan. Orang itu sangat terkenal di seluruh penjuru negeri dan kali ini ia ingin memberikan pujian untuk Sang Raja. Kemampuannya memuji membuat dirinya menjadi kaya raya, karena hampir semua orang yang ia puji selalu memberinya hadiah berupa uang, perhiasan bahkan tanah. 

Penasehat raja yang sudah menyelidiki ahli memuji itu sebelumnya menjadi khawatir, kalau Sang Raja nantinya juga akan terlena oleh pujian orang tersebut, dan kehilangan sebagian hartanya yang diberikan sebagai hadiah untuk si ahli memuji ini. 

“Hamba mohon tuanku agar berhati-hati, jangan sampai terlena oleh pujian si ahli memuji yang akan datang sebentar lagi.” Penasehat Raja mengingatkan. 

“Kau tahu penasehat, aku tidak akan dengan mudah mengeluarkan uangku hanya untuk sebuah pujian.” Jawab Sang Raja yakin bahwa dirinya nanti tidak akan terpengaruh oleh si ahli memuji. 


“Tapi tidak ada salahnya untuk berhati-hati tuanku Raja.” 

Waktu yang ditunggu pun tiba. Si ahli memuji telah datang dan kini duduk bersimpuh dihadapan sang Raja sambil tak henti-hentinya melancarkan pujian untuk sang Raja. 

“Wahai tuangku Raja yang arif dan bijaksana………….” Puji si ahli memuji kepada sang Raja yang sepertinya sudah terlena dan merasa sangat tersanjung. 

Melihat tanda-tanda buruk ini, penasehat raja mencoba mengingatkan sang Raja, “tuanku, sepertinya anda sudah terpengaruh oleh si ahli memuji ini. Berhati-hatilah tuanku raja.” 

“Tenanglah penasehat, aku tidak terpengaruh apa-apa. Si ahli memuji ini hanya menyampaikan kebenaran.” Jawab Sang Raja dengan santai. 

Semakin lama Sang Raja semakin tersanjung oleh semua pujian si ahli memuji hingga ia secara tidak sadar memberikan hadiah yang sangat banyak kepada si ahli memuji. 

Pesan : Jangan terlena oleh pujian yang nantinya bisa membuatmu merasa puas. Jadilah orang yang rendah hati dan senang bekerja keras.

0 komentar:

Posting Komentar