Kamis, 24 Juli 2014

Khan Yang Ceroboh

Cerita Dari Mongolia 

Ada seorang Khan (Raja) yang sangat ceroboh. Ia senang sekali berbuat hal-hal yang membahayakan dirinya sendiri. Seperti misalnya sayembara berbohong. Khan akan memberikan tahtanya kepada siapapun yang kebohongannya bisa membuat orang yang sedang duduk berdiri dan orang yang sedang tidur terbangun. 

Banyak sudah yang datang untuk mencoba sayembara ini, tapi belum satu pun diantara mereka yang berhasil. Khan selalu saja bisa menyangkal kebohongan orang-orang itu. 

“Aku mempunyai seekor naga bersisik emas.” Kata salah seorang peserta berbohong. Ia berharap Khan akan berdiri dari duduknya untuk membuktikan kebenaran ceritanya kemudian membangunkan pengawal untuk mengantarnya melihat naga bersisik emas. 

Namun dugaan orang itu salah. Raja malah berbohong dengan kebohongan lain lagi. “Bukankah kau memberiku sisik emas nagamu sebagai hadiah ulang tahunku bulan lalu? ” jawab Raja Pada suatu hari ada seorang pengemis yang datang menghadap Khan. 

“Untuk apa kau berada di sini pengemis?” Sapa pengawal Khan di depan pintu masuk istana. 

“Hanya akan aku katakan dihadapan Khan.” Jawab si pengemis. 

Pengemis itu kemudian diantar oleh pengawal menghadap Khan. “Apa yang kau inginkan dariku?” tanya Khan kepada si pengemis. 

“Aku ingin menagih satu peti besar emas yang telah lama kau pinjam dariku.” Kata si pengemis. 

“Kau bohong, mana mungkin aku meminjam emas padamu. Aku adalah Khan yang kaya.” Khan langsung berdiri karena marah dan suaranya yang keras telah membangunkan istrinya yang sedang tidur. 

“Kalau aku bohong, berarti aku telah memenangkan sayembara berbohong, jadi berikan tahtamu padaku.” Si pengemis itu berkata dengan senyum lebar penuh kemenangan. 

Khan baru sadar kalau ia baru saja berbuat bodoh. Akhirnya, Khan mengakui hutangnya sebanyak satu peti emas dari pada harus kehilangan tahtanya. Pengemis yang pintar itu akhirnya menjadi kaya raya karena kepandaiannya.

Pesan : Kecerobohan akan membawa kita pada bencana. Oleh karena itu berhati-hatilah jika berbicara dan jangan suka memandang orang lain dari penampilannya saja.

0 komentar:

Posting Komentar