Senin, 14 Juli 2014

Kisah Pak Alo

Pak Alo adalah seorang nelayan yang tinggal di sebuah pulau kecil di tengah laut. Ia hidup bersama dengan istri dan empat orang anaknya. Kehidupan mereka sederhana namun bahagia. 

Pada suatu hari, ketika akan pergi ke laut, Pak Alo dikejutkan oleh tubuh seorang laki-laki yang tergeletak di dekat perahunya. Pak Alo memeriksa laki-laki tersebut, ternyata ia masih hidup dan pingsan. Pak Alo kemudian membawa laki-laki itu ke rumahnya. 

Laki-laki itu kemudian dirawat dengan baik oleh anak dan istri Pak Alo. Mereka memberikan ramuan obat-obatan tradisional, untuk menyembuhkan luka pada tubuh laki-laki tersebut. 

Beberapa hari kemudian laki-laki itu sudah sadar dan bisa diajak bicara. Pak Alo dan istrinya menanyakan, bagaimana laki-laki itu bisa terdampar di pulau tempat Pak Alo tinggal. 

“Apa yang sudah terjadi denganmu?” tanya Pak Alo ingin tahu. 

“Kapal yang aku gunakan untuk berdagang pecah karena dihantam ombak.” Jawab laki-laki itu dengan suara lirih. 

“Terima kasih telah menyelamatkan diriku.” Kata laki-laki itu lagi. 

“Sama-sama.” Jawab istri Pak Alo dengan senyuman ramah. 

“Di mana kau tinggal?” tanya Pak Alo lagi. 

“Aku dari Kalimantan.” 

“Itu jauh sekali dari sini. Keluargamu di sana pasti sudah menanti kedatanganmu.” Istri Pak Alo merasa kasihan pada laki-laki tersebut. 

“Benar. Mereka pasti menungguku atau mungkin mengira aku sudah meninggal. Tapi aku sudah tidak mempunyai apa-apa lagi untuk biaya pulang ke rumahku.” Laki-laki itu nampak sedih dan putus asa. 

Pak Alo dan istrinya tetap merawat laki-laki itu hingga sehat dan kuat untuk pergi berlayar. Pada suatu pagi, Pak Alo dan istrinya memberikan sejumlah uang yang mereka dapat dari hasil menjual perhiasan istri Pak Alo kepada laki-laki tersebut. 

“Pulanglah ke rumahmu, ini ada sedikit uang yang bisa kau gunakan untuk biaya perjalananmu.” Istri Pak Alo menyerahkan sekantong uang perak kepada laki-laki tersebut. 

“Aku akan mengantarmu dengan perahu kecilku ke pelabuhan terdekat agar kau bisa menaiki kapal besar ke Kalimantan.” Kata Pak Alo. 

Laki-laki itu sangat terharu pada kebaikan hati Pak Alo dan istrinya. Setelah mengucapkan terima kasih, laki-laki itu pergi diantar oleh Pak Alo dengan menggunakan perahu kecilnya. 

Beberapa bulan kemudian Pak Alo dan istrinya duduk berdua di depan rumahnya menikmati bulan purnama yang nampak indah di ujung laut. Tiba-tiba datang seorang laki-laki yang berdiri dihadapan mereka berdua. 

“Aku membawa titipan dari tuanku Raja. Ia mengucapkan terima kasih karena Pak Alo telah menyelamatkan nyawanya dan membantunya berkumpul lagi dengan keluarganya.” 

Laki-laki misterius itu menyerahkan sekantong uang emas dan berpamitan. Ia berjalan menuju laut dan ditelan ombak pasang kemudian menghilang. 

Pak Alo dan istrinya belum sempat menanyakan siapa yang dimaksud dengan “Raja” oleh laki-laki misterius tadi. Tapi mereka sudah bisa menebak bahwa Raja yang dimaksud adalah laki-laki yang terdampar dan mereka tolong dulu. 

Dengan uang emas itu, Pak Alo membeli tanah yang luas dan ditanami dengan pohon kelapa. Sejak saat itu, Pak Alo menjadi orang yang kaya. Ia juga sering membantu kehidupan nelayan miskin di pulau kecil tempatnya tinggal. 

Pesan : Kalau kita menolong dengan ikhlas, pasti Tuhan akan memberi balasan yang berlipat ganda.

0 komentar:

Posting Komentar