Senin, 21 Juli 2014

Kitty Dan Apel Merah

Cerita Dari Australia 

Kitty dan ibunya tinggal di sebuah rumah kecil. Mereka berdua hidup sangat sederhana. Keduanya saling mengasihi dan saling berbagi. Kitty di besarkan oleh ibunya dengan penuh kasih sayang dan selalu didik dengan kebaikan. Sehingga Kitty tumbuh menjadi anak yang baik dan berbudi. Ia selalu tersenyum dan menyapa orang-orang disekitarnya. Walaupun hidup Kitty dan ibunya sangat sederhana, namun ibu Kitty selalu memnadidik anaknya untuk selalu berbuat jujur. 

Pada suatu hari, ibu Kitty jatuh sakit. Walaupun masih kecil Kitty harus bisa merawat ibunya. Setiap pagi Kitty membuat sarapan dan menyuapi ibunya. Tak lupa Kitty membantu ibunya mium obat. 

“Mulut ibu terasa asam, Kitty. Sepertinya enak sekali ya kalau makan sebuah apel merah yang ranum.” 

Kitty menjadi sedih, walaupun kesedihan itu tidak ia perlihatkan pada ibunya. Ingin sekali Kitty membelikan apel merah untuk ibunya. Namun sayangya Kitty tidak mempunyai uang. Ibu Kitty tidak bekerja selama sakit, sehingga mereka harus berhemat agar tetap bisa makan setiap hari. 

Ketika berjalan sendirian sepulang dari sekolah, Kitty melihat ada seorang ibu yang dompetnya terjatuh dari keranjang belanjaan. Kitty berteriak sekuta tenaga memanggil ibu tadi, namun rupanya ibu tersebut tidak mendengar dan terus saja berjalan. 

Langkah ibu tadi lebih cepat dari Kitty sehingga sebentar saja sudah terlihat lagi. Kitty kemudian mengambil dompet tersebut untuk melihat alamat si perempuan tadi. Betapa terkejutnya Kitty melihat uang yang sangat banyak dalam dompet itu. Walaupun ia hidup sederhana dan saat itu ibuya sangat ingin sekali makan apel merah, namun Kitty tdak ingin selembar pun dari uang yang ada dalam dompet itu, apalagi mengambil semuanya. 

Kitty ingat nasehat ibunya, “Kalau kita mengambil milik orang lain tanpa seijin orang yang punya, itu namanya mencuri. Bisa saja kan orang yang memiliki barang atau uang itu susah payah mencarinya karena ia sangat memerlukan barang atau uang itu. Kalau sampai karena perbuatan kita mengambil miliki orang lain itu membuat pemiliknya menderita atau dalam kesulitan, itu namanya kita berdosa.” 

Setelah mengetahui alamat rumah ibu tersebut, Kitty langsung berjalan menuju rumahnya. Sesampainya di sana Kitty langsung menyerahkan dompet yang ia temukan kepada pemiliknya. 

Ibu itu nampak gembira. “Kau anak yang baik. Siapa namamu manis?” 

“Kitty,” jawab Kitty tak lupa sambil tersenyum. “Tadi aku melihat dompet ibu yang terjatuh. Aku coba berteriak memanggil tapi ibu tidak mendengar. Mungkin memang suaraku yang pelan sehigga tidak terdengar oleh ibu.” Jelas Kitty lagi. 

“Maafkan ibu anak manis. Tadi ibu memang terburu-buru.” Ibu itu kemudian mengeluarkan beberapa lembar uang kertas dan memberikannya pada Kitty. 

“Terimalah ini anak manis. Ibu sangat berterima kasih padamu. Ayo ambillah.” Kata perempuan itu sambil meraih tangan Kitty dan memindahkan lembaran uang kertas itu ke tangan mungil Kitty. 

Betapa bahagianya Kitty. Ia tidak menyangka akan mendapatkan uang sebanyak itu hari ini. Dengan uang itu ia bisa membelikan apel merah tidak hanya satu buah untuk ibunya. Kitty kemudian melangkah dengan gembira menuju toko buah. Di sana Kitty sempat tertegun melihat begitu banyak apel merah yang ranum hingga ia sendiri bingung memilih mana yang akan di belinya. Melihat gadis kecil dengan pakaian lusuh memandangi apel dagangannya, pemilik toko buah itu kemudian menghampiri Kitty. 

“Apa yang kau inginkan anak cantik?” tanya pemilik toko itu dengan ramah. 

“Aku ingin memberikan apel merah yang manis untuk ibuku. Ia sedang sakit dan ingin sekali makan apel merah. Tapi aku tidak tahu apel mana yang akan disenangi oleh ibuku.” Jawab Kitty polos. 

“Kalau begitu biarlah aku membantumu memilihkan apel untuk ibumu.” Pemilik toko buah itu kemudian mengambil kantong dan mengambilkan beberapa buah apel merah yang paling manis. 

Ketika pemilik toko itu hendak mengambil buah apel lagi, tiba-tiba Kitty mencegahnya, “Jangan terlalu banyak mengambilkan untuk ibuku pak. Ibuku hanya menginginkan sebuah apel saja. Lagi pula uangku tidak akan aku gunakan untuk membeli apel semua. Sebagian uang ini akan aku tabung untuk persediaan makan kami kalau-kalau ibuku masih tidak bisa bekerja dalam beberapa hari ini.” 

Si pemilik toko memandang Kitty dengan tatapan kagum. “Anak ini berhati mulia,“ pikir si pemilik toko. 

“Tenanglah anak cantik, kau tidak perlu membayar untuk apel merah ini. Aku senang bertemu dengan anak berhati mulia sepertimu. Ibumu pasti sangat beruntung mempunyai anak sepertimu. Jadi apel merah ini aku berikan gratis.” Pemilik toko buah itu menyerahkan sekantong apel merah kepada Kitty. Tidak bisa dibayangkan betapa bahagianya hati Kitty begitu pun dengan ibunya nanti. 

PESAN 
Kita tidak boleh mengambil sesuatu yang bukan menjadi milik kita. Jika kita menemukan sesuatu milik orang lain, maka kita harus segera mengembalikannya, siapa tahu pemiliknya sangatlah membutuhkan. Kita juga tidak akan pernah tahu dengan cara apa Tuhan membalas setiap perbuatan baik yang telah kita lakukan.

0 komentar:

Posting Komentar