Minggu, 06 Juli 2014

Legenda Putri Duyung

Cerita Dari Jerman 

Di Negara bagian Baden-Wurttemberg, Jerman, terdapat sebuah danau besar yang bernama Danau Mummelsee. Di danau tersebut sering terlihat Putri Duyung. Masyarakat di sana percaya bahwa siapapun yang melihat Putri Duyung, maka ia akan terkena sihir Putri Duyung dan ikut masuk ke dalam danau. 

Pada zaman dahulu di puncak Hornisgrinde, pegunungan Black Forest terdapat sebuah danau. Di dalam danau itu tinggal keluarga Duyung. Dari tempat tinggalnya ini, para Putri Duyung seringkali melihat keramaian desa yang ada di lembah. 

"Apakah kami boleh pergi ke desa, ayah?” tanya salah satu Putri Duyung pada suatu hari. 

“Tentu saja. Tapi kalian harus pulang sebelum tengah malam.” Pesan Ayah Duyung. 

Sejak saat itu Putri Duyung selalu pergi ke desa yang berada di lembah. Di sana mereka berteman dengan penduduk desa. Putri Duyung seringkali bercerita tentang negeri para Peri. Kadang-kadang Putri Duyung membantu para wanita desa menjahit pakaian. 

Penduduk desa sangat senang dengan kedatangan Putri Duyung. Beberapa kali Putri Duyung membantu penduduk desa dengan sihirnya. Mereka baru kembali ke danau ketika lonceng di gereja berbunyi sebelas kali. 

“Sudah jam sebelas malam, kita harus segera pulang.” Teriak Putri Duyung tertua mengingatkan adiknya. 

Putri Duyung itu tidak ingin membuat ayah mereka marah. Oleh karena itu mereka harus sampai di danau tepat waktu. 

Pada suatu hari, Putri Duyung bercerita tentang kisah Peri. Cerita itu sangat menarik, hingga banyak orang yang berkumpul untuk mendengarkan. Karena tidak ingin Putri Duyung mengakhiri ceritanya dengan cepat, salah satu pemuda di desa itu sengaja memperlambat lonceng di gereja. 

Lonceng gereja akhirnya berbunyi pada tengah malam. Di saat yang sama Ayah Duyung berteriak dari danau dengan suara yang sangat keras. 

“Kalian anak-anak yang tidak mematuhi perintahku. Sekarang sudah lewat tengah malam tapi kalian belum juga pulang.” 

Para Putri Duyung ketakutan, mereka tahu bahwa ayahnya pasti akan berbuat sesuatu kalau sedang marah seperti itu. Tidak satu pun dari Putri Duyung itu yang berani mengeluarkan suara untuk membela diri. 

Dalam waktu singkat datang banjir yang sangat besar. Putri Duyung tahu bahwa banjir itu adalah buatan ayahnya. Air yang datang tersebut kemudian menenggelamkan desa hingga menjadi sebuah danau. Sekarang danau itu dikenal dengan nama Danau Mumelsee. 

Pesan : Patuhilah perintah orang tua, karenan kalau kalian melanggarnya bisa jadi akan mengalami nasib buruk.

0 komentar:

Posting Komentar